Dampak Buruk Anak Dibawah Umur Konsumsi Minuman Berenergi

Minuman berenergi banyak diminati oleh berbagai macam kalangan masyarakat baik dari kaum pria maupun wanita, mulai dari anak-anak, remaja, sampai yang sudah lanjut usia. Dengan berbagai macam bentuk kemasan dibuat secara praktis, rapi dan menarik seperti berupa kaleng, botol, saset, dan lain-lain yang bertujuan agar mudah untuk mengkonsumsinya. Akan tetapi kita mungkin tidak tahu persis tentang apa saja zat-zat yang terkandung di dalam minuman tersebut. Pasalnya tidak semua jenis minuman berenergi yang beredar di pasaran aman bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak di bawah umur 6 tahun. Dan terkadang orang tua sering membiarkan anak-anak mereka mengkonsumsi minuman berenergi  tanpa mengetahui apa dampak buruk bagi kesehatannya.

Hal demikian sesuai dengan apa yang dikatakan oleh rekan dari Dokter Steven Lipshultz (seorang kepala dokter anak di rumah sakit anak Michigan). Beliau berkata “Mereka (anak-anak) tidak pergi ke toko untuk membelinya (miuman berenergi), Mereka menemukannya di dalam lemari es atau minuman itu ditinggalkan oleh orang tua dan saudara tua mereka”.  Dan dari Dokter Lipsultz sendiri juga berkata “jika anda bertanya kepada banyak orang, mereka akan mengatakan bahwa orang remaja dan orang tua meminumnya , tetapi untuk anak-anak lebih rentan pada kesehatan mereka”.

Minuman berenergi biasanya mengandung kadar gula yang tinggi dan sering juga menggunakan bahan-bahan campuran lainya, mulai dari taurin, carnitine, asam amino, gingseng, kafein, dan lain sebagainya, yang mungkin kita tidak tahu apa efek samping dari kandungan zat tersebut. Dan apa akibatnya jika seorang anak dibawah umur meminum minuman yang mengandung  salah satu zat yang ada diatas…? Padahal mereka masih rentan sekali untuk mengkonsumsi minuman tersebut.

Dari laporan yang ada di sebuah pusat kontrol racun di AS menyatakan, bahwa ada lebih dari 5000 orang yang menderita penyakit dikarenakan terkena efek samping setelah mereka terlalu banyak mengkonsumsi minuman berenergi. Hasil laporan ini dicatat mulai tahun 2010 sampai 2013. Dan dinyatakan bahwa setengah dari mereka adalah anak-anak yang masih dibawah umur,  dan kebanyakan dari mereka (anak-anak) mengalami penyakit seperti gangguan jantung, kerusakan pada hati, kejang-kejang, dan bahkan menyebabkan mereka sampai meninggal dunia.

Oleh sebab itu kita harus bijak dalam mengkonsumsi minuman berenergi dan tidak terlalu berlebihan. Lebih-lebih bagi orang tua hendaknya menjaga dan mengawasi anak-anaknya yang masih dibawah umur agar terhindar dari miuman yang mengandung zat-zat membahayakan bagi kehidupan mereka. Sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat dan optimal.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar