Merubah kamera smartphone menjadi instrumen ilmiah

Mengingat berbagai macam inovasi dan inspirasi yang telah dikembangkan oleh manusia pada saat ini, tidak hanya memberikan suatu dampak yang positif bagi kehidupan. Tetapi hal itu juga mempunyai dampak yang negatif bagi lingkungan sekitar. Layaknya sperti sampah yang tidak bisa di daur ulang, limbah yang mempengaruhi polusi udara, polusi cahaya, dan tanaman invasif yang semuanya itu akan menjadi serangan balik atau bomerang bagi kesehatan dan kehidupan manusia itu sendiri. Untuk mencegah semua perkara tersebut, kita terlebih dahulu harus mengetahui sumber objek yang mempunyai pengaruh buruk bagi polusi yang ada di lingkungan sekitar. Dengan menggunakan kamera yang ada pada smartphone dan sebuah aplikasi pendukungnya kita  bisa melacak adanya roadkill, polusi cahaya,udara dan tanaman invasif yang ada di lingkungan sekitar kita. Dalam hal itu para ilmuan sengaja melangkah lebih jauh, yaitu dengan merubah kamera smartphone menjadi instrumen ilmiah.

Sebelum inovasi itu didapatkan, para ilmuan telah meneliti dan menemukan sisi yang lebih pada kamera smartphone. Hal demikian mungkin belum diketahui oleh khalayak umum bahwa kamera yang ada pada smartphone memiliki ketajaman yang akurat dan bisa cocok di berbagai kondisi. Hal itu sesuai dengan apa yang dikatakan oleh seorang astronom bernama Frans Snik dari Universitas Laiden, Belanda. Beliau berkata “kekuatan pengukuran crowdsourced sebagus instrumen professional”.

Pada snap optik yang ada pada kamera smartphone terdapat partikel polusi udara yang berfungsi untuk menyebarkan sinar matahari, menurut istilah kerenya disebut Aerosol. Oleh sebab itu kamera smartphone telah menjadi spektropolarimeter bagi kalangan peneliti dan ilmuan saat ini, hingga Tim iSPEX termotivasi untuk berpindah dari satelit ke smartphone untuk malacak adanya sumber polusi berbasis darat yang nantinya akan dapat memberikan informasi yang lebih detail dan akurat mengenai komposisi ukuran dan aerosol kimia.

Setiap foto yang telah diambil dari kamera smartphone akan memberikan informasi tentang total jumlah aerosol yang terdapat pada foto tersebut baik berupa ukuran partikel maupun jenis partikel, yang nantinya akan menghasilkan sebuah kode warna biru yang menunjukkan aerosol rendah/ sedikit dan warna cokelat menunjukkan adanya aerosol tinggi/banyak. Dari informasi yang telah didapat pada kamera smartphone, secara otomatis aplikasi pendukung yang telah terinstall pada smartphone tersebut, akan memberikan informasi tentang berbagai macam sumber polusi yang ada di sekitar objek foto yang telah diambil. Baik berupa polusi udara, cahaya, polusi perkotaan yang kompleks dan berbagai macam informasi lainya.
Source : livescience
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar