Faktor Psikologi Yang Menyebabkan Diet Anda Gagal

Diantara sekian banyak wanita yang sangat peduli dengan bentuk tubuhnya atau mendambakan bentuk tubuh yang ideal, tidak jarang yang mau melakukan diet hingga merasa tertekan dengan mengontrol nafsu makan yang berlebihan. Tanpa mereka sadari, faktor psikologis seperti perasaan tersiksa atau tertekan dengan program diet tersebut telah menjadikan usaha diet mereka sia-sia.

Selain meredam nafsu makan, diet juga harus ditunjang dengan psikologi seperti komitmen yang kuat atau target yang jelas. Pikiran menjadi salah satu faktor penting yang menjamin kesuksesan suatu usaha, termasuk diet. Pikiran dapat berupa keyakinan akan berhasilnya diet yang anda lakukan. Anda harus yakin bahwa berat badan anda akan turun atau mencapai berat yang ideal.

Banyak wanita yang telah melakukan diet mengeluh dengan hasil yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu penyebabnya berasal dari dalam diri mereka sendiri, seperti diet yang dilakukan tanpa komitmen yang kuat. Komitmen dibentuk didalam pikiran seseorang yang akan menjadi kuat berdasarkan alasan atau latar belakang serta tujuan seseorang melakukan diet.

1. Komitmen
Diet yang dilakukan tanpa komitmen yang kuat tidak akan pernah berhasil, karena diet tidak hanya sekedar mengontrol nafsu makan pada saat tertentu dan membebaskannya pada saat yang lain. Diet berarti mengontrol nafsu makan secara berkelanjutan atau terus menerus, terutama bagi anda yang memiliki tipe tubuh yang gampang gemuk atau metabolisme yang lambat.

Oleh karena itu, komitmen sangat dibutuhkan untuk keberhasilan diet. Penting kiranya bagi anda untuk menjaga pikiran agar tetap tenang sehingga tetap fokus pada komitmen anda.

Pikiran yang kacau, stres, depresi, cemas yang berlebihan juga dapat mengubah mood atau suasana hati anda yang berakibat pada perubahan pola makan. Sebagian orang ada yang melampiaskan stresnya dengan makan sebanyak-banyaknya sehingga dietpun cenderung terlupakan. Namun, jika diet dilandasi dengan komitmen yang kuat, anda pasti akan mencapai berat yang diinginkan secara perlahan.

2. Target
Biasanya wanita melakukan diet karena malu dan tidak percaya diri dengan bentuk tubuh mereka, sehingga diet dengan menetapkan target berat badan tertentu menjadi salah satu upaya yang dapat mereka lakukan.

Menetapkan target berat yang ingin dicapai merupakan hal pertama yang harus dilakukan oleh seseorang yang ingin diet. Dengan terlebih dahulu menimbang berat badan yang sekarang dan mengetahui berapa berat yang harus dikurangi. Secara tidak langsung target ini akan memotivasi anda agar lebih disiplin dan konsisten.

Dalam menentukan target, anda tidak perlu muluk-muluk. Mulailah dari membuat target jangka panjang terlebih dahulu, lalu lakukan analisis untuk membuat target jangka pendek yang sederhana dan realistis. Misalnya dengan menargetkan menurunkan berat badan sebanyak 2 kg dalam seminggu. Itu akan lebih memudahkan anda dan membuat yakin bahwa itu sangat mungkin dilakukan dan tercapai.

Mulailah bekerja secara sistematis pada target jangka pendek yang telah disusun untuk mencapai target jangka panjang. Bersabarlah untuk meraihnya walaupun butuh sedikit banyak waktu. Tanpa target yang jelas, diet hanya akan menjadi suatu usaha tanpa  landasan dan tujuan kuat yang mustahil akan berhasil.

3. Depresi
Pikiran atau faktor psikologis akan memberikan pengaruh yang besar terhadap fisik. Salah satunya berat badan seseorang akan bisa berubah meningkat atau menurun saat dia sedang dalam kondisi depressi atau pikiran yang kacau.

Oleh karena itu, saat menjalani program diet, anda seharusnya dapat menjaga keadaan psikologis agar tetap tenang dan terkendali. Sehingga anda tetap bisa fokus dengan target berat badan yang anda inginkan.

Beberapa faktor diatas adalah kemungkinan yang menyebabkan diet anda gagal selama ini. Seyogyanya anda memperbaiki atau menyempurnakan ritual diet yang anda lakukan supaya tubuh yang ideal tidak lagi hanya sebatas mimpi bagi anda. Semoga bermanfaat. 
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar