Hindari, 4 Kesalahan Utama Dalam Membuat Proposal Usaha

Sebagai pengusaha,  Tentunya menginginkan sebuah kesuksesan dalam mengembangkan usaha yang telah dirintis, dengan cara memiliki banyak sorotan bagi para investor, mitra, bahkan karyawan yang menjadi tim solid dalam suatu perusahaan. Hendaknya anda memiliki sebuah perencanaan yang kuat dalam mengelola suatu usaha.

Hal demikian karena dengan adanya perencanaan tersebut akan menjadi salah satu faktor penting dan sangat berpengaruh sekali terhadap besar kecilnya hasil bisnis yang anda raih. Namun dalam hal pembuatan perencanaan kerja atau proposal ini, terkadang masih banyak beberapa kesalahan yang kerap dilakukan. Sehingga hal itu bisa menjadi salah satu penyebab usaha yang telah dirintis menjadi sulit  maju dan berkembang.

Dengan demikian, perlunya anda menentukan sebuah cetak biru atau proposal secara tepat itu sangat penting. Yang mana hal tersebut memang merupakan kunci utama dalam membuka peluang agar para investor, mitra, maupun karyawan dapat tertarik kepada jenis usaha atau bisnis yang anda jalani. Sehingga dari situ semua anda bisa dengan mudah memberikan informasi dalam rangka pengembangan usaha, bahkan masalah bantuan berupa pendanaan yang menjadi salah satu faktor utama agar usaha bisa maju dan berkembang pesat.

Sehingga anda hendaknya bisa mengetahui beberapa kesalahan utama yang kerap terjadi dalam membuat proposal usaha, agar nantinya bisa lebih mudah dalam mengembangkan usaha yang telah dirintis. Dan inilah 4 kesalahan utama yang harus anda hindari dalam membuat proposal usaha.

1. Sering mengabaikan bagian utama
Pada bagian utama yang ada pada proposal ini sangatlah penting. Namun seringkali beberapa orang  kurang teliti dalam menentukan isi dari proposal tersebut. Dan perlu anda ketahui bahwa proposal usaha ini, memang bisa dibuat sesuai dengan kreatifitas yang ada. Hal demikian karena  isi yang tercantum di dalamnya sangatlah menentukan akan bisa diterima dan tidaknya proposal tersebut. Yang mana, hendaknya di dalam proposal usaha tersebut berisi tentang proyeksi pertumbuhan, target pasar, yang semuanya itu menjadi faktor penting akan diterimanya proposal usaha yang anda buat. Selain itu, hendaknya anda bisa membuat isi proposal tersebut secara gamblang dan detail, agar nantinya mudah diterima. Hal demikian karena bila isi dari proposal tersebut kurang lengkap, maka kemungkinan besar proposal  bisa didiskualifikasi tanpa adanya tindakan lebih lanjut. Oleh karena itulah  bagian utama, atau isi dari proposal usaha tersebut harus anda perhatikan dengan cermat.

2. Mengabaikan hal detail
Dalam hal ini, sering terjadinya proposal yang kurang kondusif dengan realitas yang ada. Oleh karena itu, hendaknya konsep yang telah anda buat, sesuaikan dengan realitas yang ada. Sehingga dengan begitu akan bisa menjadikan anda lebih diterima dan para investor yang membaca / mempelajari bisa lebih tertarik dengan konsep proposal yang anda buat. Dan hendaknya anda jangan menulis tentang konsep yang masih dalam bayangan anda, yang mana dalam membuat proposal tersebut ada bayangan dalam benak pikiran tentang produk sempurna, namun belum menjadi realitas. Hal tersebut karena fakta yang ada nantinya akan bisa menjadi bukti yang tidak bisa dibantah. Sehingga bisa memperkuat proposal usaha yang anda buat bagi para investor yang cukup kredibel. Selanjutnya anda bisa meluangkan waktu untuk melakukan penelitian tentang target demografi, kemampuan pesaing, serta proyeksi tingkat pertumbuhan industri secara detail dan gamblang.

3. Satu sudut pandang
Pada proses pembuatan proposal usaha, hendaknya jangan melihat dari satu sudut pandang saja. Dan hal ini biasanya kerap dilakukan dalam pembuatan proposal, sehingga hasilnya pun kurang maksimal. Oleh karena itu, jika memiki sebuah ide bisnis yang sedang diluncurkan, setidaknya anda bisa mendukungnya dari berbagai sisi, layaknya merambah ke media online untuk menemukan data pendukung, memasukkan opini dari luar, serta melakukan survei dan penelitian. Yang semuanya itu akan menjadikan proposal usaha anda memiliki nilai jual yang tinggi di mata investor dan mitra bisnis anda.

4. Membosankan
Perlu anda tahu, bahwa biasanya istilah rencana bisnis ini memang terdengar cukup membosankan. Oleh karena itu, hendaknya anda bisa membuat proposal usaha tersebut dengan menggunakan cara yang sekiranya bisa memicu gairah para investor, namun tetap  disesuaikan dengan realitas yang ada. Dengan cara menulisnya menggunakan bahasa sehari-hari dan cenderung informal, hal demikian bisa membuat para investor lebih memahaminya. Akan tetapi, bila dalam proposal yang anda buat tersebut sebagian besar hanya berisi angka-angka, maka bisa membuat orang cenderung mengabaikannya. Oleh karena itu, buatlah proposal yang memiliki kesan menarik bagi pembaca terutama investor, mitra dan lainnya.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar