8 Hal Yang Terjadi Jika Pergi Ke Angkasa Tanpa Baju Astronot

image: deviantart.com
Sungguh tidak terbayangkan oleh kita semua, jikalau seorang astronot sampai tidak berkenan atau bahkan enggan untuk mengenakan baju astronot mereka ketika hendak berselancar ke luar angkasa. Namun selalu ada saja bayangan dalam benak pikiran, tentang betapa pentingnya baju astronot tersebut bagi mereka. Layaknya sebuah lapisan baju sakral yang dijadikan sebagai benteng, untuk melindungi tubuh lunak para astronot itu sendiri dari mara bahaya yang mengancam tubuh. Sehingga dalam melakukan misi mereka ke luar angkasa pun sudah terlindungi dengan aman, tanpa ada dampak yang membahayakan bagi mereka semua.
 
Ke luar angkasa, Memang sebuah misi yang cukup membahayakan hingga menjadi nyawa sebagai taruhannya. Yang mana pergi ke luar angkasa bukanlah sebuah misi yang mudah, namun betapa berat dan kerasnya akan kinerja mereka dalam melakukan berbagai macam riset dan penelitian di luar angkasa . Lantas,  Apa dampak bahaya bagi mereka, bila sampai enggan untuk tidak memakai baju astronot tersebut di saat sedang berada di luar angkasa…?, Nah, inilah beragam dampak yang akan terjadi, bila seseorang ke luar angkasa tanpa menggunakan baju astronot.
 
1. Tekanan darah menghilang
Betapa sulitnya tubuh manusia dalam menormalkan tekanan darah ini, Di saat tubuh berada di luar angkasa. Di mana kinerja tubuh akan berjuang sekuat tenaga agar bisa menjadikan tekanan darah dalam tubuh menjadi normal. Sehingga berkat bantuan baju astronot tersebut, maka bagian organ hati akan tetap mampu memompa darah melalui pembuluh darah Sehingga kenormalan tekanan darah dalam tubuh masih bisa dipertahankan. Tentunya sangat berbahaya bagi keselamatan tubuh manusia bila sampai tidak mengenakan baju astronot pada saat di luar angkasa. Di mana organ hati tidak lagi mampu memompa darah melalui pembuluh darah, dan pada akhirnya tekanan darah dalam tubuh menjadi menurun hingga nol, dan keselamatan nyawa pun bisa terancam. 
 
2. Darah bisa mendidih
Berselancar di luar angkasa memang penuh dengan ke hati-hatian. Layaknya menggunakan baju astronot sebagai pelindung tubuh agar titik didih darah dalam tubuh bisa tetap seimbang. Dan bila sampai seorang astronot enggan memakai baju sakral mereka, maka akan bisa menjadikan titik didih darah dalam tubuh secara realistis akan menurun drastis, hingga sama dengan suhu tubuh. Dengan begitu, kondisi darah akan mulai mendidih dan mengancam kesehatan tubuh. Oleh karena itu, sangat penting sekali menggunakan baju astronot di saat berada di luar angkasa. 
 
3. Tubuh menjadi bengkak secara ekstrem
Keberadaan manusia di luar angkasa, memang membutuhkan penyesuaian diri terhadap apa saja yang ada di sekitar mereka. Bahkan hal demikian sangat jauh berbeda dengan tempat mereka biasa tinggal di bumi. Yang mana tanpa kehadiran tekanan atmosfer layaknya di bumi, maka akan membutuhkan sebuah pelindung tubuh agar bisa menyesuaikan kondisi yang berada di sekitar. Oleh karena itu, fungsi dari baju astronot bagi manusia yang sedang berada di luar angkasa memang memiliki kegunaan yang cukup kompleks. Dan bilamana mereka enggan untuk menggunakan baju pelindung tersebut, maka kadar air dalam tubuh yakni sekitar 70 %, tidak akan bisa bertahan dalam kondisi cair. Sehingga dari situ timbulah berupa pembengkakan yang cukup parah di seluruh bagian tubuh. 
 
Bahkan, bisa jadi pembengkakan tersebut akan mencapai dua kali lipat dari ukuran tubuh secara normal. Sehingga hal demikian memang cukup membahayakan bagi kondisi tubuh itu sendiri.
 
4. Pendinginan
Sebagai gambaran bahwa jika dalam cuaca yang panas, pasti tubuh akan mengeluarkan keringat dalam rangka mendinginkan dan menyesuaikan suhu tubuh.  Di mana keringat akan keluar dari permukaan kulit dan menyebabkan efek pendinginan dalam tubuh. Namun efek yang seperti ini akan lebih cepat ketika berada di luar angkasa. Sehingga digunakan baju astronot sebagai pelindung bagi tubuh agar proses pendinginan dalam tubuh bisa tetap seimbang. Bila tidak adanya baju sakral ini, maka efek pendinginan yang terlalu cepat akan bisa menjadikan mulut dan mata berair, saluran pernapasan membeku, dan  hal itu semua sangat membahayakan tubuh.
 
5. Kebutaan dan kanker kulit akibat paparan matahari
Sebagaimana yang anda ketahui, bahwa baju astronot ini memang sengaja dirancang sebagai pelindung dari adanya paparan sinar matahari.  Di mana paparan sinar matahari yang berada di luar angkasa, tidak seperti di bumi yang masih dilindungi oleh lapisan ozon sebagai penyaring terhadap sinar ultraviolet. Sehingga bilamana sampai seseorang enggan untuk memakai baju pelindung ini, maka kondisi tubuh mereka akan bisa hancur, bahkan matahari akan bisa ‘’menggoreng’’ retina sehingga penglihatan menjadi rusak, hingga sampai mengalami kebutaan. Dan meskipun dari situ tubuh masih bisa terselamatkan, kemungkinan besar tubuh juga akan mengalami kanker kulit karena dampak bahaya yang ditimbulkan oleh paparan sinar matahari, terutama pada sinar ultraviolet yang cukup membahayakan. 
 
6. Mutasi Seluler
Sebagaimana keberadaan gelapnya luar angkasa yang pastinya mengandung berbagai macam zat berbahaya. Sehingga tanpa adanya baju pelindung bagi tubuh dan berbagai alat bantu lainnya, maka partikel berbahaya akan mengancam tubuh dan menimbulkan dampak kematian karena keracunan. Layaknya partikel ‘’sub atomic’’ yang sangat berbahaya termasuk proton berenergi tinggi, sinar gamma, X-ray, dan lainnya. Yang mana semuanya itu bisa menyebabkan terjadinya kanker dan efek keracunan dalam tubuh. Oleh karena itu, memang sangat penting akan kegunaan dari baju astronot ini bagi seseorang yang berada di luar angkasa.
 
7. Dekompresi
Perlu anda ketahui, bahwa di ruang angkasa yang memiliki tekanan cukup rendah ini, pastinya akan mencegah oksigen untuk bisa terlarut dalam darah di tubuh. Sehingga memicu gas yang lain mulai beraksi layaknya nitrogen. Kemudian nitrogen akan bisa membentuk gelembung-gelembung kecil yang terbentuk di dalam sistem peredaran darah. Di mana efek samping dari gelembung ini akan bisa menyebabkan nyeri sendi yang cukup parah, bahkan akan bisa mengakibatkan terjadinya penyumbatan di bagian pembuluh darah dan arteri. Selain itu, akan membuat tubuh mengalami stroke dan kejang, hingga menimbulkan kematian. Sehingga menggunakan baju astronot ketika berada di luar angkasa ini memang sangat penting.
 
8. Mati Lemas
Tidak memakai baju pelindung dan alat bantu lainnya ketika berada di luar angkasa, maka akan bisa menyebabkan terpapar pada ruang vakum. Di mana seseorang akan kekurangan oksigen atau kerap dikenal dengan sebutan ‘’Hipoksia’’.  Sehingga dari situ akan membuat oksigen dalam darah mulai tidak larut. Bahkan sistem kardiovaskular dalam tubuh sudah tidak ada gunanya lagi. Sementara  oksigen dalam tubuh pun mulai menghilang, yang pada akhirnya menyebabkan kematian atau mati lemas. Oleh karena itu, baju astronot memang sudah menjadi bagian terpenting sebagai pelindung tubuh di saat berada di luar angkasa.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar