Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa Baca Surat At-Taubah Tidak Boleh Diawali Basmalah ?

image: arbamedia.com
Bacaan basmalah merupakan kalimat pembuka dari setiap amal perbuatan yang hendak kita lakukan. Karena Lafadz “Bismillaahirrahmaanirrahiim” jika dilantunkan pada setiap perbuatan, Akan bisa mendatangkan keberkahan dan rahmat  dari Allah SWT. Sehingga  bagi hamba yang senantiasa mengamalkannya, Akan dipenuhi dengan permintaan izin dari Sang Pencipta alam semesta. 

Namun di sisi lain, Ada juga  larangan membaca basmalah ketika memulai amal perbuatan. Yakni ketika kita hendak membaca surat At-Taubah dalam Al-Quranul karim. Dimana bacaan basmalah sebenarnya memang sangat dianjurkan oleh setiap umat Islam ketika melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran, Terkecuali surat At-Taubah ini. Lantas mengapa surat yang termaktub ini saat dibaca tidak boleh diawali dengan bacaan basmalah…?

Berbagai pendapat dari para Ulama’ telah  menjelaskan mengenai larangan tersebut. Maka dari itu semua, Ketika semua umat mengumandangkan surat At-Taubah di berbagai majelis, Mereka tidak mengawalinya dengan Lafadz “ Bismillaahirrahmaanirrahiim”.

Jika dijelaskan akan makna dari bacaan basmalah itu sendiri, Memiliki makna kasih sayang Allah SWT kepada setiap makhluk yang dikehendaki-Nya. Sedangkan di dalam surat At-Taubah telah berbicara mengenai orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Yang mana mereka semua telah terputus atau diharamkan dari bacaan basmalah dan kasih sayang dari  Allah SWT. Oleh karena itulah, ketika surat At-Taubah ini dikumandangkan tidak boleh diawali dengan bacaan basmalah.


Firman Alllah : 
بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).” (QS. At Taubah: 1)

Pada Surat At-Taubah juga memiliki nama lain diantaranya Al-Fadhihah : yang berarti mengungkap kejelekan orang-orang munafik, Al-kasyafah : yang berarti sebagai penyingkap akan aib orang-orang yang berpaling dari agama islam, As-Saif : yang berarti pedang berupa panggilan untuk berjihad, dan sebagai peringatan keras bagi orang-orang yang enggan untuk memperjuangkan agama Islam. 

Selain itu At-Taubah Juga bernama  surat Baro’ah, yang berarti pemutusan hubungan (dari perjanjian damai). Yang mana di saat itu memang bersamaan dengan surat At-Taubah diturunkan ketika Nabi Muhammad SAW seusai kembali dari peperangan Tabuk, yang terjadi pada tahun 9 Hijriah. 

Sehingga dari situ semua, Kandungan yang termaktub dalam surat At-Taubah memang memiliki arti yang berbalik arah jika dibandingkan dengan makna bacaan basmalah itu sendiri. Yang mana kandungan dalam basmalah menyiratkan makna keamanan, perdamaian, dan kasih sayang. Akan tetapi dalam surat At-Taubah menyiratkan makna kecaman dan sanggahan bagi orang-orang munafik dan orang-orang kafir. 

Nah, begitulah alasan yang menyebabkan kenapa ketika membaca surat At-Taubah tidak diperbolehkan diawali dengan bacaan basmalah. Semoga hal demikian bisa menjadi wawasan yang bermanfaat bagi kita semua. Amien..