3 Tips Mudah Antisipasi Bayi Yang Lahir Mendadak

image: emergency-live.com
Suasana panik memang cukup menerpa bagi para ibu hamil jika sampai mereka melahirkan secara tiba-tiba. Tentu hal demikian menjadi persoalan yang serius dan harus diwaspadai, baik bagi Sang Ibu sendiri, maupun orang yang berada di sekelilingnya. Apalagi jika sampai mereka sedang berada di tengah perjalanan seperti di bus, kereta, di luar kota yang jauh dari tempat tinggal, maka setidaknya ada langkah antisipasi yang tepat untuk menanggulangi kondisi genting yang semacam ini. 

Sehingga terjadinya proses  melahirkan bayi  mendadak bisa segera dikondisikan secara tepat, dan tidak sampai menimbulkan dampak yang tak diinginkan. Hal demikian karena kelahiran bayi secara mendadak memang cukup rawan sekali, hingga kondisi yang semacam ini bisa juga menghawatirkan kondisi Sang Ibu dan janin yang ada di dalam rahim.

Oleh karena itu, ada cara mudah yang bisa diterapkan bagi para ibu hamil dalam mengatasi persoalan tersebut. Yang mana memiliki langkah antisipasi terjadinya bayi lahir mendadak ini memanglah sangat dibutuhkan, dan sangat dianjurkan demi keselamatan selama proses melahirkan bayi.  Sehingga terjadinya proses kelahiran bayi mendadak bisa ditangani, tanpa menimbulkan hal yang tak dinginkan. 

Inilah 3 cara mudah yang bisa diterapkan bagi para ibu hamil dalam mengantisipasi terjadinya kelahiran bayi yang mendadak.

1. Melakukan Kontrol Secara Teratur
Untuk antisipasi terjadinya kelahiran bayi secara mendadak, bagi para ibu hamil tentu dianjurkan untuk melakukan kontrol dan USG secara rutin dan teratur. Hal demikian memang berdasarkan apa yang telah diungkapkan oleh seorang spesialis kandungan dan kebidanan, yakni dr. Iswan Syarif, SpOG. Beliau menunjukkan, Bahwa bagi para ibu hamil setidaknya harus mengantisipasi terjadinya kelahiran bayi mendadak dengan cara melakukan kontrol secara teratur.

Demi keamanan ibu hamil, alangkah baiknya melakukan kontol satu bulan sekali, dimulai dari masa kehamilan. Dan jika sudah mendekati hari kelahiran, maka hendaknya bisa melakukan kontrol sebanyak 2 kali dalam satu bulan, atau 2 Minggu sekali. Apabila mengalami keterbatasan dana untuk melakukan kontrol,  maka bisa juga dilakukan paling tidak 4 kali selama kehamilan. Dan perlu diingat bahwa jangan lupa untuk melakukan USG. 

2. Memperhatikan Ukuran Panjang Serviks
Dimana panjang serviks ini juga kerap disebut dengan istilah panjang lahir, yang mana merupakan penentu seorang ibu sudah siap melahirkan atau belum. Terlebih lagi bagi para ibu yang sedang hamil besar, setelah melakukan kontrol maka setidaknya bisa mengingat-ingat mengenai panjang serviksnya terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan ke luar kota, jalan-jalan, dan sebagainya. 

Dan jika panjang serviks lebih dari 2,5 cm, Maka hal demikian masih dalam titik aman untuk melakukan perjalanan jauh. Dan jika kurang dari 2,5 centimeter, berarti pertanda cukup berisiko untuk melakukan perjalanan. Dan jika harus terpaksa, maka setidaknya melakukan perjalanan dengan jalur singkat, seperti  naik pesawat dan sejenisnya. Oleh karena itu, setidaknya bagi para ibu hamil  bisa mengetahui hal tersebut secara gamblang sebelum bepergian, agar tidak sampai terjadi kelahiran mendadak di tengah perjalanan. 

3. Selalu Ada Yang Menemani
Bagi para wanita yang sedang hamil besar, di saat melakukan perjalanan hendaknya ada pihak yang selalu menemani. Dan usahakan pihak yang menemani tersebut merupakan tipe orang yang tidak mudah panik. Hal demikian karena sebagai langkah waspada bilamana pihak yang menemani tersebut mengetahui akan tanda-tanda kehamilan dan terjadi kelahiran mendadak. Sehingga ia (yang menemani) bisa segera menghentikan perjalanan dan membawa ke bidan atau puskesmas terdekat. Dengan begitu, Maka bisa terkondisikan mengenai hal yang berhubungan dengan keselamatan sang ibu dan kondisi bayi yang akan lahir.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar