Ini Cara Yang Benar Dalam Membuang Pembalut

image: mnn.com
Semua wanita yang telah memasuki masa pubertas pasti mengalami datang bulan, atau biasa orang menyebutnya menstruasi. Repotnya menjadi seorang wanita ialah, ketika menstruasi mereka harus selalu mengganti pembalut dengan rutin, bila tidak rutin pasti akan menimbulkan penyakit pada bagian alat reproduksi.

Wanita yang sedang datang bulan dapat mengganti pembalutnya hingga beberapa kali dalam sehari. Sementara pembalut yang sudah terpakai bila tidak dibuang dengan benar, akan menimbulkan beberapa masalah. Masalah yang paling utama adalah masalah lingkungan, karena bila dibuang di sembarang tempat, pasti terlihat menjijikkan dan tidak enak dipandang. Yang kedua adalah masalah kesehatan, pembalut yang sudah terpakai sudah termasuk sampah, dan bila tidak dibersihkan pasti akan membuat kesehatan lingkungan terganggu. Yang ketiga adalah keindahan, yang mana membuang pembalut harus sesuai tempatnya dan usahakan tidak dapat dilihat orang lain, karena dapat merusak pemandangan.

Kali ini akan membahas bagaimana cara membuang pembalut dengan benar. Namun sebelum itu Anda perlu mengetahui terlebih dulu bahan dari pembalut itu sendiri, agar nantinya Anda dapat mengantisipasi ketika memilih pembalut yang baik.

# Bahan Pembalut
Pembalut yang biasa digunakan wanita tersebut memiliki banyak beberapa jenis bahan. Perlu Anda ketahui, bahan-bahan pembalut tersebut tidak semuanya mudah diuraikan atau ‘’non degradable’’. Ada bahan yang terbuat dari katun alami, bahan ini sangat mudah terurai dan sangat mudah terserap oleh tanah.

Untuk pembalut dengan bahan yang terdiri dari sintetis, pada umumnya lebih sulit terurai. Dan karena hal tersebut, pembalut jenis ini pasti akan menumpuk dengan sampah lain yang tidak mudah terurai. Sehingga tumpukan dalam jumlah besar pasti akan membuat masalah pada lingkungan.

# Cara membuang pembalut yang baik dan benar
Demi kesehatan Anda, memperhatikan kebersihan pembalut sangat diperlukan. Selama masa datang bulan harus rutin mengganti pembalut. Karena pembalut yang sudah terpakai, pasti berisi darah serta bahan-bahan organik yang berasal dari peluruhan ‘’endometrium’’.

Bahan organik pada pembalut bekas akan mengalami pembusukan, dan akan mengeluarkan bau tidak sedap. Sementara bercak warna merah karena darah tersebut juga tidak enak bila dipandang. Maka dari itu, ketika membuang pembalut usahakan agar tidak sampai berbau dan tidak terlihat orang.

-    Cara yang ke 1

Langkah Pertama
Darah menstruasi yang keluar pasti akan terserap oleh pembalut, karena pembalut terbuat dari bahan yang dapat dengan mudah menyerap cairan. Apabila darahnya banyak, pasti akan terlihat dengan jelas pada pembalut tersebut. 

Jadi untuk mengatasi masalah ini, sebelum dibuang basuhlah dahulu pembalut bekas tersebut agar darah tidak terlihat dengan jelas. Namun, Anda harus memperhatikan air bekas cucian, jangan sampai air bekas cucian mengalir ke tempat terbuka. Cucilah pembalut Anda pada kamar mandi yang memiliki septic tank.

Langkah Kedua
Selanjutnya gulunglah pembalut Anda dengan bagian noda darah di dalam. Usahakan gulung dengan rapi agar gulungan tersebut tidak terbuka. Bila perlu ikat menggunakan tali dengan erat. Kemudian masukkan pembalut ke dalam kantong plastik dengan warna gelap agar tidak terlihat dari luar. Lalu ikat lagi kantong plastik tersebut kemudian buanglah pada tempat sampah.

-    Cara yang ke 2
 
Cara kedua ini lebih praktis dari pada cara pertama :

• Pertama sobeklah salah satu ujung pembalut tersebut

• Selanjutnya pisahkan bagian luar pembalut dan bagian dalam pembalut ( bagian yang dapat menyerap cairan )

• Kemudian Anda dapat langsung membuang bagian dalam pembalut ke dalam closet. Tidak perlu khawatir bila closet mampet, karena bagian dalam pembalut tersebut seperti tisu, maka akan langsung hancur bila terkena air

• Lalu untuk bagian luar pembalut basuhlah dengan air sampai bersih

• Selanjutnya masukkan ke dalam kantong plastik yang berwarna gelap

• Kemudian barulah Anda dapat membuang ke dalam tempat sampah

Gantilah pembalut Anda secara teratur untuk menjaga kesehatan Anda. Karena bila Anda jarang atau malas ganti pembalut, maka alat reproduksi Anda akan mudah terkena penyakit, karena darah kotor yang keluar tersebut adalah tempat favorit bagi bakteri. Salah satu penyakitnya adalah keputihan, yang mana gejala keputihan pada umumnya adalah keluarnya lendir kental berwarna putih kekuningan, serta memiliki bau yang tidak sedap pada alat reproduksi.
Artikel Terkait