Penyakit Alzheimer Akan Merusak Otak Dengan 7 Tahapan Ini

image: liguriaoggi.it
Di usia lanjut, kerentanan penyakit Alzheimer bisa saja menyusup masuk untuk merusak kemampuan motorik otak secara tak terduga. Bahkan bagi para pasien yang menderita penyakit ini, akan mengalami berbagai macam gangguan otak yang tak bisa diremehkan begitu saja. Mulai dari gaya penalaran, perencanaan, berbicara, persepsi, yang lambat laun akan memudar.

Karena adanya kemunduran daya ingat yang diakibatkan oleh kematian sel-sel saraf secara cepat, mengakibatkan aktivitas tubuh menjadi terhambat. Umumnya Alzheimer mampu menyerang seseorang di usia 65 tahun ke atas, namun tidak sedikit pula pasien yang menderita penyakit ini di usia 40 tahun.

Sebelum Alzheimer positif mulai diidap seseorang, tentu beberapa gejalanya pun mulai bermunculan. Bahkan hal itu juga disusul dengan adanya tahapan-tahapan tertentu, sebelum jenis penyakit Dimensia ini mulai merusak kesehatan otak.

Oleh karena itu, kini sudah saatnya anda mengetahui secara cermat akan beberapa tahapan tersebut, agar nantinya penyakit Alzheimer segera mendapat penanggulangan sejak dini. Baik dengan menggunakan langkah pengobatan khusus untuk menghambat dampak buruk yang ditimbulkan, maupun menggunakan cara alternaif lain. Sehingga penyakit ini mampu dicegah dan tak sampai mengakibatkan persoalan fatal di kemudian hari.

Berikut 7 tahapan yang dapat mengindikasikan bahwa tubuh mulai terserang penyakit Alzheimer :

1. Tahap Awal
Pada tahap awal, memang penyakit ini belum secara pasti menunjukkan timbulnya gejala seperti  melemahnya kognitif otak misalnya. Sehingga di tahap ini, kecenderungan seseorang untuk dipastikan mengidap penyakit Alzheimer belum bisa diketahui secara gamblang.

2. Daya Ingat Mulai Melemah
Di tahap kedua ini sudah bisa diketahui tanda-tanda yang menunjukkan seseorang mulai mengalami kelupaan, atau melemahnya daya ingat. Akan tetapi terjadinya hal tersebut masih dalam batas wajar. Sehingga melemahnya kemampuan otak ini masih dapat ditanggulangi, dengan cara membuat catatan yang dapat memulihkan daya ingat mereka.

3. Dibarengi Dengan Gangguan Berbicara
Setelah jarak beberapa waktu kemudian, melemahnya daya ingat ini akan lambat laun dibarengi adanya kesulitan seseorang berbicara. Bahkan hal demikian juga disusul dengan terjadinya perubahan emosi seseorang. Dan kondisi ini akan semakin memburuk kurang lebih berjalan hingga 5 sampai 6 tahun lamanya.

4. Mulai Diketahui Adanya Demensia Alzheimer Ringan
Pada tahap ini seseorang akan mulai kesulitan untuk mengerjakan suatu kegiatan kompleks. Semisal melakukan kegiatan bersosial, mengurus keuangan, dan cenderung untuk lebih memilih menyendiri di kamar. Jika seseorang sudah mengalami kondisi semacam ini, maka hendaknya mulai mendapatkan penanggulangan, seperti berobat, atau melakukan perawatan dan pemeriksaan.

5. Merasa Sering Kebingungan
Jika di tahap sebelumnya masih belum mendapat penanggulangan secara intensif, maka hal selanjutnya yang terjadi yakni seseorang akan mulai kehilangan kemampuan mandiri. Hal demikian akan mulai dikenali dengan adanya sering bingung, hingga membuat diri seseorang rentan sekali lengah terhadap sesuatu, atau hal-hal yang mengancam keselamatannya. 

Kondisi semacam ini sudah memasuki Demensia Alzheimer tingkat sedang, yang berlangsung hingga kurun waktu 1,5 tahun sebelum beranjak pada tahap lebih parah.

6. Mulai Kehilangan Sebagian Besar Ingatan
Bila terus dibiarkan, maka kondisi ini akan mengarah pada tingkat keparahan lebih tinggi. Di mana akan diimbangi dengan hilangnya sebagian besar ingatan seseorang, terjadinya emosi yang meledak-ledak, serta sangat sulit untuk mengenal orang lain. Kondisi semacam ini akan berlangsung terus selama kurun waktu 2 tahun setengah, sebelum nantinya akan menginjak pada tahap Alzheimer tingkat akhir.

7. Terjadinya Demensia Alzheimer Tingkat Akhir
Seseorang yang menderita Alzheimer pada tahap ini, bisa dikatakan tingkat keparahannya sangat berat. Di tahap akhir ini, bagi penderita Alzheimer sebenarnya masih bisa mendengarkan mengenai pembicaraan orang lain. Akan tetapi ia tak bisa langsung merespon pembicaraan tersebut. Sehingga harus dibutuhkan pendamping untuk memperjelas pembicaraan yang ia dengar. Selain itu, Kondisi semacam ini sudah mengalami penurunan daya ingat tingkat tinggi.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar