Infeksi Bakteri Menyerang Tubuh ? Lawan Dengan 5 Minyak Ini

image: naturalhealthinaction.com
Lagi-lagi tubuh kemasukan bakteri berbahaya, sehingga membuatnya mudah sekali terjangkit infeksi. Menjaga dan memperhatikan pola hidup sehat, tentu menjadi satu kunci penting bagi tubuh agar terhindar dari munculnya infeksi, baik dikarenakan oleh bakteri maupun virus.

Sementara mengenai infeksi bakteri itu sendiri, bisa dikatakan sebagai proses terjadinya invasi maupun perkembangbiakan bakteri dalam sistem jaringan tubuh. Sehingga mampu menimbulkan gangguan atau penyakit. Keberadaan bakteri bisa sampai menyusup ke tubuh, bisa juga dikarenakan oleh makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari dalam keadaan setengah matang /mentah.  

Adakalanya bakteri ini masuk melalui kontak langsung terhadap benda-benda tertentu yang kurang terjaga kebersihannya. Selain itu tubuh bisa mengalami infeksi bakteri, disebabkan oleh bekas luka yang terkontaminasi polusi udara di sekitar lingkungan tercemar.

Pada umumnya bagi pasien yang terkena infeksi bakteri ini memiliki gejala cukup bervarian. Mulai dari nyeri, mengalami pembengkakan di organ tubuh tertentu, demam, mual, hingga  sampai menyebarnya infeksi bakteri ke hampir seluruh tubuh.  Bahkan dampak yang lebih parah dapat mengancam jiwa.

Pemberian obat antibiotik kerap menjadi solusi dari persoalan ini. Namun anda juga bisa menggunakan beberapa jenis minyak esensial untuk melawan infeksi bakteri di tubuh sebagai alternatif alaminya.

Nah, inilah 5 jenis minyak esensial yang berguna untuk melawan terjadinya infeksi bakteri secara alami.

1. Minyak Oregano
Berdasarkan beberapa hasil penelitian telah membuktikan, bahwa kandungan dalam minyak Oregano cukup baik untuk berperan sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti mikroba dan parasit. 

Terutama dua kandungan penting berupa Carvacrol dan Thymol yang ditemukan dalam minyak Oregano, mampu melawan kemunculan infeksi bakteri di tubuh manusia. Bahkan kedua senyawa alami tersebut, diklaim mampu melenyapkan lendir yang mengendap di paru-paru dan kejang urat di bagian tenggorokan.

Minyak esensial ini juga bisa dengan mudah dioleskan di bagian kulit yang terjangkit infeksi bakteri atau jamur. Gunakan paling tidak satu tetes sehari untuk menangani infeksi kulit ringan, serta jangan lupa untuk menerapkannya secara rutin agar proses penyembuhannya lebih cepat.

2. Minyak Teh
Senyawa alami pada minyak pohon teh memiliki sifat anti bakteri yang tergolong cukup kuat. Jika kulit tubuh terjadi luka yang dikarenakan oleh infeksi jamur atau bakteri, maka bisa diatasi dengan cara menyiapkan kapas yang sudah diteteskan minyak pohon teh secukupnya. Kemudian oleskan pada bagian kulit anda yang terluka. 

3. Minyak  Thyme
Minyak yang berasal dari ekstrak daun Thyme ini, mampu mencegah sekaligus melawan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi di tubuh. Karena kandungan senyawa Thymol di dalamnya, cukup dikenal untuk menghancurkan bakteri yang membahayakan tubuh. Jadi, ada baiknya memanfaatkan minyak Thyme untuk mengatasi perkembangbiakan bakteri berbahaya yang mengancam kesehatan tubuh.

4. Minyak Kayu Manis
Selain menjadi bumbu masakan, kayu manis kini bisa anda dapatkan dalam bentuk minyak esensial untuk menyehatkan tubuh. Di mana kandungan dalam jenis minyak ini terbukti mampu melawan penyebab infeksi bakteri di mulut. 

Hal demikian memang berdasarkan apa yang telah dijelaskan dalam Journal Of Contemporary Dental Practice, menunjukkan bahwa minyak kayu manis dapat digunakan dengan aman untuk menjaga kebersihan mulut. Selain itu juga menjadi obat alami untuk infeksi mulut yang ditimbulkan oleh bakteri Streptococcus Mutans.

5. Minyak Zaitun
Berbagai macam jenis infeksi bakteri dapat disembuhkan dengan mengekstrak minyak dari daun zaitun.  Di mana kandungan yang cukup kompleks di dalam minyak ajaib satu ini, memang memiliki sifat anti bakterial cukup kuat. 

Caranya : Oleskan minyak zaitun ke bagian kulit atau bisa langsung mengonsumsinya untuk mengatasi berbagai jenis infeksi bakteri pada bagian-bagian tubuh. Layaknya mengatasi gangguan bakteri pada kulit, masalah pencernaan, mencegah terjadinya infeksi perut, dan lain sebagainya.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar