15 Kebiasaan yang Merusak Kesehatan Otak dan Menciutkannya

image: huffingtonpost.com
Otak yang lambat laun mulai mengecil, tentu diikuti juga dengan perubahan daya ingat pada seseorang. Bahkan hingga sampai merusak kesehatan sistem saraf yang memicu  gangguan lain di organ tubuh. Apakah itu semua tak membuat kinerja tubuh terganggu…?, Tentu saja fungsi organ otak sangat penting bagi tubuh. Sehingga jika sampai terbengkalai akan mampu menimbulkan dampak tidak baik bagi kemulusan sistem kinerjanya. Terlebih lagi saat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Layaknya menurunnya tingkat konsentrasi di tempat kerja, terjadinya sakit kepribadian antisosial, kerusakan kemampuan kognitif otak, dan  tingkat emosional muncul secara tak terkendali. Lebih parahnya lagi jika keadaan ini sampai menjalar pada penyakit Alzheimer, maka dampaknya bisa sangat membahayakan bukan….?. Ternyata semuanya itu ada kaitannya dengan prilaku keseharian, yang mampu menjadikan kesehatan otak menurun.

Jadi, permasalahan ini harus segera mendapat penanggulangan secara tepat dan efektif. Kerap kali kebiasaan-kebiasaan tertentu masih saja ada yang kurang diperhatikan. Padahal semuanya itu mampu menjadi penyebab yang cukup rentan merusak kesehatan otak, dikarenakan ukuran atau volume otak tambah mengecil alias menciut. Entah berlangsung secara cepat maupun perlahan seiring bertambahnya usia.

Maka hindarilah 15 kebiasaan ini agar kesehatan otak selalu terjaga dan tingkat volumenya tidak mengalami penciutan :

1. Kurang Mengonsumsi Daging
Apakah anda kurang menggemari daging….?, Perlu diketahui bahwa boleh-boleh saja anda mengonsumsi berbagai jenis sayuran demi menjaga kesehatan tubuh. Apalagi kandungan serat dari sayuran yang tinggi mampu membantu program diet anda.

Namun alangkah baiknya jika anda tak melupakan daging menjadi menu pelengkap di meja makan. Karena ternyata meluangkan waktu untuk menyantap daging juga amat penting untuk mendongkrak kesehatan otak. Yang paling penting yakni, buatlah menu makanan yang bervarian lagi menyehatkan, agar kebutuhan asupan yang diperlukan tubuh tetap seimbang.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diadakan di Oxford Of University, telah menemukan bahwa seseorang yang membiasakan diri hanya mengonsumsi sayuran saja ( tanpa memberikan menu tambahan seperti daging dan sejenisnya), ternyata hal itu bisa berdampak kurang baik untuk otak. Di mana kondisi volume otak mereka cenderung menciut, kekuatan daya ingat menjadi melemah, dan memungkinkan terjadi peradangan di sistem saraf dan gangguan kesehatan lainnya. 

Hal demikian memang bisa terjadi karena kurangnya asupan tubuh dari makanan yang banyak mengandung vitamin B12. Yang mana merupakan vitamin terbaik dalam menanggulangi penciutan otak, dan menguatkan daya ingat. Jenis makanan yang difortifikasi banyak kandungan vitamin B12 di dalamnya semisal : daging, hati, susu, ikan, dan sejenisnya.

2. Selalu Melewatkan Sarapan Pagi
Ternyata sarapan pagi memang cukup penting untuk menutrisi otak kembali agar menjadi lebih sehat. Mengapa bisa begitu….?, Karena selalu rutin menerapkan sarapan pagi, mampu menjaga keseimbangan kadar gula dalam darah di tubuh. Bilamana tingkat kadar gula darah ini cenderung rendah atau tidak stabil, akibatnya akan membuat otak di tubuh tidak ternutrisi. Alhasil, Organ otak memiliki kemungkinan besar untuk mengalami penyusutan alias mengecil.

Hal semacam ini memang tak jauh beda dengan apa yang telah diungkapkan oleh Dr. Sanam Hafeez, yakni seorang psikolog sekolah dan saraf  di New York City, menjelaskan bahwa bagi orang yang melewatkan sarapan, akan memiliki tingkat kadar gula darah yang rendah. Seiring berjalannya waktu akan mampu menjadikan otak mengalami penyusutan, karena kurangnya pasokan gizi yang disinyalir ke otak.

3. Terlalu Banyak Makan 
Apabila tubuh mendapat asupan makanan dengan kadar di luar batas secara terus menerus, akan mengakibatkan terjadi pengerasan arteri, yang kemudian akan mengarah pada kinerja otak menjadi lebih lambat. Berdasarkan apa yang telah dijelaskan dalam Maryland Medical Journal, telah menunjukkan bahwa  kejadian lebih dahsyat yang disebabkan oleh pengerasan arteri, yakni kemunculan penyakit sipilis. Ini artinya mengonsumsi makanan dengan batas yang tak wajar, memiliki kemungkinan untuk memperlambat tumbuh kembang otak di tubuh.

4. Kelebihan Gula dan Makanan Berlemak
Apalagi jika sampai tubuh terlalu banyak mengonsumsi gula dan makanan berlemak lainnya, maka akan cukup memengaruhi proses penyerapan protein pada tubuh. Sehingga tumbuh kembang otak juga mengalami hambatan.

Selain itu setiap orang yang mengonsumsi berbagai jenis makanan manis dan berlemak dengan kadar di luar batas, mampu memicu terjadinya perubahan pada sambungan-sambungan otak. Terlebih lagi pada bagian ‘’pengendalian perilaku makan’’ seseorang, Serta reseptor rasa nikmat saat mengonsumsi makanan.

5. Emosi yang Meluap-luap
Bagaimana jika rasa kesal dan marah karena emosi ini sering terjadi…?, Tentu bisa menjadi faktor pemicu yang membuat volume otak menciut. Terlebih lagi jika tubuh sering kali bersikap “Galak”, maka di situ akan memudahkan seseorang untuk cepat marah. Kondisi semacam ini akan mampu  menimbulkan pengerasan di pembuluh darah.

Bila sampai pengerasan pembuluh darah terjadi pada otak, maka kemampuan otak bisa mengalami penurunan fungsi. Sehingga lambat laun akan terjadi penciutan volume otak.

6. Stres Menahun dan Depresi Parah
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh sekelompok peneliti Neurobiologi yang berasal dari Yale University, menunjukkan bahwa terjadinya depresi parah dan tingkat stres menahun diketahui mampu menjadikan volume otak mengecil. Sehingga persoalan ini mampu merusak kemampuan kognitif otak dan emosional seseorang.

Jadi, menjaga kesehatan mental ini juga sangat diperlukan. Janganlah membiarkan diri anda terlalu lama dan berlarut-larut terjebak dalam suatu permasalahan, hingga mampu menjadikan tubuh mengalami stres berat. Luangkan waktu untuk bersantai, berwisata, dan bergembira melepaskan rasa penat yang ada.

7. Sering Berdiam Diri dan Tak Mau Bicara
Jarang berbicara dan berdiskusi bersama kawan sebaya, itu juga kurang baik untuk perkembangan otak. Apalagi jika hanya termenung diam, dan cenderung menyendiri karena enggan bersosial. Bisa saja hal demikian malah mengganggu perkembangan sel-sel di otak, hingga membuat volumenya mengecil.

Padahal jika anda membiasakan diri untuk saling berdiskusi mengenai suatu hal yang berbobot dan memiliki rasa sosial tinggi, akan mampu memacu perkembangan otak menjadi lebih baik.

8. Berpikir Keras Saat kondisi Tidak Sehat
Selain itu, anda juga harus memiliki pengendalian diri bukan…?. Saat kondisi sakit jangan membuat otak untuk berpikir keras. Mending istirahatkan sejenak  hingga kondisi tubuh mulai membaik, barulah mulai beraktivitas seperti sediakala.

Jika selama kondisi sakit tetap saja memaksakan otak untuk terus berpikir terlalu keras, maka malah membuat kinerja otak tidak efisien, dan lambat laun akan menimbulkan kerusakan pada organ penting ini. 
image: sportsandspineortho.com
9. Sering Begadang
Begadang itu boleh-boleh saja, akan tetapi terlalu memaksakan tubuh untuk terlalu sering begadang sampai-sampai tak mendapat waktu cukup tidur, itu yang kurang baik. Dikarenakan kebiasaan ini akan membuat lemahnya kecepatan otak saat berpikir, daya ingat juga turut menurun, serta kesulitan berpikir saat menyelesaikan sebuah masalah. Itu semua memang mampu menggerogoti kesehatan otak, sehingga pertumbuhan otak jadi terbengkalai.

Berdasarkan apa yang telah diungkapkan oleh profesor muda di Graduate School Professional Psychology, University Of Denver bernama Kim Gorgens, menunjukkan bahwa kurang memiliki waktu tidur memang sungguh bersifat racun pada sistem saraf (Neurotoxic),  banyak kaum dewasa yang kurang menjaga waktu tidur mereka.

Ini artinya, kita semua memang tak boleh menganggap remeh akan persoalan tersebut. Karena secara tak langsung perkembangan otak menjadi terganggu saat tubuh jarang / kurang tidur.

10. Enggan Berolahraga  
Malas berolahraga atau kurang gerakan tubuh tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan kinerja dalam tubuh. Pertumbuhan otak pun akan terhambat, sehingga mendorongnya untuk mengalami penyusutan.

Seperti apa yang telah dianjurkan oleh Gorgens, menjelaskan, “ Memang benar bahwa kegiatan kardiovaskular sangat membantu tumbuh kembang otak. Tidak perlu berlatih layaknya ikut lomba Triathlon. Cukup melakukan gerakan yang meningkatkan detak jantung selama kurun waktu 60 – 120 detik. ” Jadi, berikanlah waktu senggang untuk melakukan jalan-jalan di pagi hari, bersepeda sebentar, dan sejenisnya untuk mengasah tingkat ketajaman otak. 

11. Tidur Sambil Kepala Ditutup Bantal
Mengapa tidur dengan kepala bertutupan bantal menjadi bermasalah….?, Karena hal itu mampu menghalangi alur masuk-keluarnya oksigen dan karbondioksida yang dilakukan oleh tubuh. Nah, jika pertukaran udara di tubuh terhalang, maka kemungkinan besar karbondioksida yang seharusnya keluar akan masuk kembali ke organ paru-paru. Sehingga ruangan penabung oksigen menjadi berkurang, pada akhirnya oksigen tak mampu didistribusikan ke otak secara maksimal. 

Hal itu tampak sepele yang sering diabaikan, namun dampaknya juga tidak baik bagi kesehatan otak. Maka aturlah posisi tidur dengan benar agar tidak menjadi masalah di belakang hari.

12. Menghirup Udara Berpolusi
Secara perlahan polusi udara juga mampu merusak kesehatan otak. Tentu anda mengetahui bahwa otak sangat membutuhkan suplai oksigen yang cukup bukan…?. Namun jika polusi udara yang masuk di tubuh seperti  karbon monoksida, maka fungsi sel-sel darah merah akan terbajak dalam melakukan perannya sebagai pendistribusi oksigen ke otak. Oleh karena itulah memungkinkan sekali polusi menjadikan tumbuh kembang otak terganggu.

13. Menyalahgunakan Alkohol dan Menggunakan Ekstasi
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa penyalahgunaan alkohol dan penggunaan ekstasi sangat berdampak buruk untuk kesehatan otak. Apalagi sampai tubuh kecanduan alkohol, sampai-sampai Limbic System yang terdapat di bagian tengah otak akan terganggu. Jika di bagian sistem tersebut mengalami gangguan, maka akan mengarah pada persoalan tubuh yang lebih parah.

Sama halnya penggunaan ekstasi, berdasarkan apa yang telah diungkapkan oleh Dr. Clifford Segil sebagai Neulorog di Providence Saint John's Health Center, Santa Monica, California, menunjukkan bahwa, Ekstasi merupakan bagian dari obat yang menjadi sampah bagi organ otak pada tubuh. Karena penggunaan ekstasi ini mampu merusak neuron-neuron di otak.

14. Kebiasaan Merokok
Tidak menutup kemungkinan terjadinya penyakit Alzheimer yang merupakan salah satu kelainan dimensia, disebabkan oleh racun dalam asap rokok. Sehingga kebiasaan merokok ini juga tidak baik untuk tumbuh kembang otak.

15. Malas Minum Air
Perlu disadari, bahwa air mineral sangat penting bagi kinerja seluruh sistem dalam tubuh. Apalagi otak merupakan organ penting yang tak lepas dari kebutuhan air. Jika sampai otak kekeringan atau mengalami dehidrasi, tentu hal buruk yang terjadi ialah otak jadi menciut alias mengecil, serta akan cenderung menekan tengkorak. Gejala yang sering muncul yakni kepala terasa pusing. 

Jadi segeralah minum selagi haus, selain itu jangan lupa untuk memenuhi asupan air yang dibutuhkan tubuh dalam sehari.  Alhasil, kondisi tubuh tak lagi mengalami dehidrasi, serta organ otak pun bisa tumbuh sehat dan bugar.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar