Penemuan Terapi Cahaya Untuk Hentikan Epilepsi Pada Otak

Otak yang berfungsi untuk menjalankan semua saraf pada organ tubuh memang sangat penting bagi kehidupan manusia sehari-hari untuk beraktifitas dan bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup dan berbagai macam tujuan lainya. Hal itu dapat mengalami kendala jika di dalam otak manusia tersebut mengalami gangguan seperti terkena penyakit misalnya, sehingga otak tidak dapat bekerja secara maksimal  dan dapat mengganggu kesehatan manusia secara fisik. Penyakit itu tidak lain adalah Epilepsi yang disebut juga peyakit kejang-kejang pada otak atau ayan. Penyakit itu bisa berumur tahunan dan mungkin butuh waktu yang lama dalam proses penyembuhanya. Biasanya dengan menggunakan berbagai macam obat-obatan penyakit itu bisa disembuhkan seperti : Karbamazepin, Etoksimid, Fenobarbital, dan Fenitoin, akan tetapi obat-obatan ini juga mempunyai efek samping untuk jangka kedepanya. Dari semua permasalahan tersebut akhirnya  ditemukan sebuah terobosan baru untuk mengatasi jenis penyakit itu. Yakni dengan menggunakan sebuah terapi cahaya yang dikembangkan oleh para ilmuan saat ini.

Teknik terapi cahaya itu telah diproses melalui tahap uji coba kepada beberapa hewan, yang sebelum nantinya akan diterapakan kepada otak manusia sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia itu sendiri. Hal itu sesuai dengan apa yang dilakukan oleh sebuah tim ilmuan dari Society for Neuroscience, dimana  mereka mencoba menyuntikkan protein yang peka oleh cahaya ke dalam neuron dari hewan tikus yang mengalami kejang-kejang pada otaknya. Setelah melalui dari beberapa tahap akhirnya mereka dapat meghentikan kejang-kejang pada otak hewan tersebut.

Metode terapi cahaya itu disebut dengan nama Optogenetics, yang mana metode baru itu ditujukan untuk merangsang otak dengan menggunakan bantuan cahaya melalui protein yang diberikan kepada pasien, sehingga hal itu dapat mengaktifkan sel-sel otak yang mati dan menghentikan kejang-kejang pada otak pasien tersebut. Dari sinilah penyakit Epilepsi pasien bisa disembuhkan. Hal itu sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Esther Kroog Magnuson, beliau berkata “keuntungan utama menggunakan Optogenetics adalah kekhususan”. Yang dimaksud kekhususan disini adalah merangsang atau menekan sel-sel tertentu yang ada di daerah otak tertentu.

Jadi, jika metode terapi cahaya itu dilakukan tetapi tanpa menggunakan protein khusus yang diberikan kepada pasien, maka metode terapi itu kemungkinan banyak tidak akan berjalan dengan baik, dikarenakan dengan protein itulah cahaya dapat masuk ke dalam sel-sel tertentu yang ada pada otak pasien dan proses terapi itu dapat berjalan dengan lancar. 
source : livescience
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar