Inilah 8 Hal Dalam Pernikahan Yang Perlu Anda Ketahui

Pernikahan memang suatu hal yang penting bagi kehidupan manusia. Pernikahan juga bisa diibaratkan sebagai perjalanan hidup, dimana anda dengan Si pasangan akan melewati suatu tempat menuju tempat lain dengan mengikuti alur waktu yang terus berjalan hingga sampai di tempat tujuan. Tidak hanya hal menyenangkan saja yang anda alami, perjalanan bisa saja mengalami hambatan. Untuk menjalani hubungan pernikahan hendaknya anda memiliki persiapan yang cukup dari segala aspek, baik dari segi lahir maupun batin. Karena pada umumnya, selain anda memiliki kebahagiaan anda akan memiliki tahap-tahap rawan yang perlu diantisipasi.

Dari penjelasan di atas dapat dirangkum menjadi 8 hal kejadian dalam sebuah pernikahan berdasarkan tahun pertama, ketiga, kelima, dan ketujuh yang pada umumnya dialami oleh setiap pasangan baik suka maupun duka. Berikut keterangannya :

1. Kebahagiaan di malam pertama
Di tahun pertama, berduaan dan saling mengenal satu sama lain antara pasangan yang baru menikah memang sangat indah. Dengan diselingi kata-kata mesra membuat suasana tampak harmonis. Kata-kata kebahagiaan mulai bermunculan dari berbagai sisi yang seakan-akan kabahagiaan tidak akan pernah sirna di kehidupan mereka. Itulah tahap awal pada malam pertama, dimana sepasang suami istri mulai mengawali hidup baru mereka.

2. Tahap berbulan madu
Pada bulan-bulan di awal pernikahan masih tidak kalah menarik dengan malam pertama yang dilakukan oleh sepasang suami istri, yaitu tahap berbulan madu. Dimana mereka saling menyesuaikan dan berbagi kasih antara satu sama lain. Secara tidak langsung, keindahan dan kemesraan pun kerap mengitari mereka berdua.

3. Terjadi perubahan peran
Setelah melakukan tahap berbulan madu bagi sepasang suami istri, maka dari situ akan mulai terjadi beberapa perubahan peran dalam menjalani hidup berdua. Seseorang yang sudah menikah akan mengubah beberapa perilakunya agar selaras dengan pasangannya. Semisal menyelesaikan semua pekerjaan lebih cepat agar dapat pulang lebih awal, Padahal semasa lajang bisa lembur dan pulang sesuka hati.

4. Penyesuaian diri
Tahap ini masih terjadi di tahun pertama sampai kedua, bahwa sepasang suami istri masih berusaha untuk menyesuaikan diri dengan peran baru mereka. Yakni selain mereka berdua menjadi sepasang suami istri, mereka juga menyesuaikan diri sebagai menantu yang menjadi bagian baru dari masing-masing pasangan. Dan terkadang kesalah pahaman  juga mungkin mulai terjadi diantara pasangan, karena hal demikian masih tahap penyesuaian diri.

5. Kekecewaan mulai muncul
Hal demikian terjadi pada tahun ketiga setelah pasangan suami istri menikah. Ditahun ketiga, pasangan mulai kehilangan kebiasaan yang dilakukan pada awal mereka menikah  sehingga mulai muncul sebuah kekecewaan diantara pasangan . Karena apa yang diharapakan oleh mereka tidak kunjung terjadi atau malah sebaliknya. Oleh karena itu, hendaknya diantara pasangan harus saling mengingatkan dan saling mengerti agar permasalahan tidak semakin berkepanjangan. Biasanya di tahun ketiga anak sudah hadir dan proses penyesuaian pun dimulai kembali, yaitu dari suami istri menjadi orang tua.

6. Waktu bersama pasangan mulai terbatas
Di tahun kelima, kesibukan pasangan mengurus anak menjadikan waktu untuk mengurus diri sendiri dan bersama pasangan menjadi berkurang. Hal demikian bisa berdampak pada hubungan pernikahan mereka berdua. Dan secara spontan keharmonisan dalam berumah tangga bisa berkurang.

7. Terjebak dalam kebosanan
Karena sibuk untuk mengurus anak, kebanyakan pasangan menghabiskan waktu mereka untuk berada di rumah dan kegiatan yang dilakukan sehari-hari menjadi rutinitas mereka, sehingga hal yang seperti itu bisa membuat pasangan suami istri terjebak dalam kebosanan. Oleh karena itu, sempatkan diri untuk menghabiskan waktu dengan pasangan seperti melakukan bulan madu kedua agar dapat me-recharge hubungan yang telah terjalin.

8. Membuat kesimpulan
Di tahun ketujuh adalah masa untuk membuat kesimpulan bagi pasangan suami istri. Dimana pasangan mungkin sudah cukup untuk menghabiskan waktu bersama-sama, dan kegiatan mereka adalah cukup membicarakan serta memperbaiki masalah yang belum terselesaikan pada tahun-tahun sebelumnya.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar