Penemuan Baru, Baterai Bisa Terbuat Dari Jamur

image : boldsky
Kebutuhan manusia akan energi baterai yang kian lama semakin meningkat pesat, membuat pihak industri dan para ilmuan terus mengembangkan inovasi mereka. Dimana daya tahan lama akan kualitas baterai yang ada, terus ditingkatkan agar para konsumen bisa lebih merasa nyaman,  dan puas ketika menggunakan baterai tersebut untuk kebutuhan mereka masing-masing.

Bahkan dari kiat yang terus dikembangkan oleh para ilmuan masa kini, berusaha keras untuk membuat baterai yang memiliki kualitas bagus, serta harga pembeliannya pun juga lebih terjangkau. Layaknya kiat yang dilakuakan oleh para peneliti yang berada di Amerika, Yang sedang berasumsi untuk membuat baterai yang terbuat dari bahan jamur. Dimana pada tipe terbaru dari jenis baterai lithium ion yang akan dipasarkan ini, tercipta dari jamur portabella.

Memang hal demikian terdengar cukup aneh bukan…?, Akan tetapi menurut penjelasan dari para peneliti, Meyakini bahwa jenis beterai yang terbuat dari jamur ini akan memiliki daya tahan lebih lama, dibandingkan dengan baterai biasa. 

Berawal dari penelitian yang dilakuakan oleh tim dari University of California, menunjukkan bahwa jamur bisa menjadi salah satu alternatif lain, untuk menjadi bahan material dalam pembuatan baterai dengan lebih baik. Hal demikian karena pada jamur memiliki banyak pori, dan memiliki banyak ruang bagi ion lithium untuk berpindah-pindah. Sehingga dari situ akan memiliki potensi dalam menyimpan, dan mentransfer energi lebih banyak.

Sementara pada beterai lithium ion dalam kondisi normal, memang dilengkapi dengan elektroda negativ dan positif. Dan elektroda ini juga kerap dikenal dengan sebutan anoda dan katoda, Yang mana akan bergerak di dalam atom lithium. Sedangkan anoda baterai tradisional terbuat dari grafik sinetik. Namun jika hal demikian digantikan oleh jamur yang juga memiliki konsentrasi kalium tinggi, Maka secara bertahap akan memungkinkan baterai memiliki kapasitas lebih tinggi pula.

Hal demikian memang sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh salah satu tim peneliti bernama Brennan Campbell, menjelaskan bahwa “ Dengan adanya bahan baterai seperti ini, maka akan sangat memiliki kemungkinan untuk meningkatkan kapasitas baterai ”.
 
Sehingga untuk saat ini, baterai yang tercipta dari jamur ini, masih dalam proses pengembangan. Namun para tim peneliti sudah menemukan bukti yang cukup kuat, Bahwa pori-pori yang terdapat pada jamur lebih banyak. Sehingga dari situ bisa untuk dimanfaatkan dalam menyimpan energi dengan kapasitas yang lebih besar. 

Dan kelebihan dari jenis baterai yang terbuat dari jamur akan lebih ramah lingkungan. Sehingga para ilmuan juga memprediksi, Bahwa baterai  jamur ini akan banyak dibutuhkan di tahun 2020 mendatang.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar