Awas, 8 Benda Rumahan Ini Jadi Sumber Alergi Tubuh

image: qarmazi.com
Di kala tubuh sedang mengalami alergi, apakah mungkin bisa tenang saat menghadapinya…?. Meski cenderung memiliki tingkat keparahan secara bervarian, namun juga kerap membuat panik bagi setiap insan yang mengalaminya. Bagaimana tidak…, Seumpama secara mendadak terdapat ruam merah di kulit, mata memerah, gatal-gatal berair, terjadi pembengkakan di mulut, lidah, wajah, batuk-batuk, bersin dan hidung beringus terus menerus. Maka semua gejala alergi ini dapat memicu keresahan yang cukup mendalam bukan…?

Apalagi jika sampai anak-anak yang terkena gejalanya, bagi setiap orang tua akan panik dan segera mencari cara untuk mengatasinya.  Jadi, untuk mengantisipasi kemunculan alergi, baik pada anak maupun orang dewasa, yakni dengan cara menghindarkan tubuh dari substansi penyebab alergi itu sendiri. Seperti debu, bulu hewan, gigitan serangga, serbuk sari, obat-obatan, dan makanan tertentu, karena semua itu bisa membuat tubuh menjadi lebih sensitif.  Keberadaan sumber alergen tersebut, ternyata kerap kali sembunyi dibalik benda-benda yang terdapat di rumah idaman anda.

Maka, tetaplah  menjaga kebersihan rumah, dan usahakan seluruh benda-benda dalam ruangan rumah sudah terhindar dari zat alergen yang berdampak tidak baik bagi kesehatan tubuh. Lantas benda rumahan apa saja yang perlu diperhatikan dan seringkali menjadi sumber alergi ini….?

1. Sofa
Jangan lupa untuk menjaga kebersihan sofa di rumah. Karena furnitur empuk ini juga tidak menutup kemungkinan menjadi sarang tungau dan debu. Jadi tidak salah dengar jika ada orang yang terkena alergi gara-gara duduk lama di sofa.

Bayangkan saja di saat anda enak duduk manis di sofa semalaman sambil menonton TV, kemudian esok paginya bermunculan ruam merah di kulit. Bersama itu pula rasa gatal-gatal juga tak tertahankan. Bukan sofanya yang menjadi penyebab alergi, ingatlah bahwa Sofa bisa menjadi biang keladi alergi karena beberapa sebab berikut :

a. Terdapat tambahan bahan kimia tertentu yang sebenarnya ditujukan agar sofa tahan jamur (khususnya sofa impor). Hal demikian memang didasarkan oleh temuan Dermatologis di Swedia dan Finlandia, menunjukkan adanya sumber terjadinya iritasi kulit setelah menggunakan sofa. Yakni berasal dari bahan kimia tambahan guna mencegah tumbuhnya jamur saat proses pengiriman barang.

b. Kulit tubuh sensitif sehingga rentan sekali terjangkit alergi

c. Terutama jenis bahan sofa yang tidak bisa “ bernapas ”, maka bisa menjadikan iritasi kulit saat diduduki dalam jangka waktu lama.

d. Kotoran dan tungau yang menjadi sebab umum terjadinya alergi sofa.

solusi tepat untuk mengatasinya, pastikan terlebih dahulu sofa sudah dibersihkan secara keseluruhan. Kemudian usahakan sofa di rumah tidak lembab. Jika anda berniat untuk menyimpannya, maka simpan di tempat aman dan jauh dari debu maupun serangga yang menghinggapinya.

2. Karpet
Seberapa sering anda membersihkan karpet di rumah…?, Rasanya sudah terlihat bersih, tapi masih saja tungau, debu, serta kuman bersarang setiap waktu. Memang secara tak disadari, karpet merupakan benda rumah yang kerap menjadi penyebab utama timbulnya alergi.

Apalagi jika anak-anak bermain asyik di atas karpet kotor, dan kurang terjaga kebersihannya. Pasti hal itu cukup rentan menjadikan tubuh mereka bersentuhan dengan zat alergen ini. Jadi, jika ingin menggunakan karpet sebagai alas, maka bersihkanlah secara rutin dan pastikan serat-serat karpet sudah terhindar dari semua kotoran.

3. Kamar Mandi
Kamar mandi lembab dan kotor kerap menjadi sumber alergi. Maka kondisikan seluruh ruangan kamar mandi dan seisi peralatannya tetap bersih. Rutin dalam membersihkannya akan menjaganya dari berbagai macam bahaya. Seperti mencegah pertumbuhan sarang nyamuk, membasmi serangga dan debu yang masuk, serta masih banyak lagi manfaat yang didapatkan. Selain itu, jangan lupa mengeringkan area yang lembab dan cegah jamur tumbuh di kamar mandi. 
image: usnews.com
4. Sepatu
Sepatu sering dipakai setiap waktu ketika kerja maupun saat pergi ke luar rumah. Namun jika sepatu tidak terawat dengan baik, sangat memungkinkan untuk ditumbuhi alergi. Apalagi jika seringkali menyimpannya dalam ruangan, maka sepatu mudah sekali lembab sehingga menyebabkan kulit kaki terkena alergi.

Bersihkanlah sepatu sesering mungkin, terlebih lagi dari debu yang menempel. Selain itu, letakkan sepatu di luar ruangan seusai digunakan. Usahakan anda juga memiliki sepatu ganti, sehingga ketika sepatu yang satu masih dicuci dan dibersihkan, anda bisa menggunakan sepatu  lainnya saat bepergian.

5. AC dan Barang Elektronik Lainnya
Tanpa sadar, barang elektronik seperti AC, gadget, kulkas dan sejenisnya, lambat laun bisa saja dihinggapi oleh tungau, debu, dan jamur jika tidak dirawat dengan baik. Untuk menjaga kebersihan barang-barang tersebut, hendaknya anda menyiapkan kain sedikit basah agar lebih mudah mengelapnya, serta mengangkat debu-debu yang menempel.

6. Ventilasi Rumah
Serbuk sari juga memiliki kemungkinan ada di jendela rumah anda. Seperti rumah dengan kondisi tenang dan hijau, maka mudah sekali dihinggapi oleh jenis alergen ini. Dengan begitu jangan berhenti untuk memperhatikan ventilasi rumah akan kebersihannya.

7. Buku
Jika anda gemar sekali membaca buku, tentu banyak sekali tumpukan buku-buku bertebaran di meja, almari, dan tempat lainnya. Namun buku juga kerap dihinggapi oleh spora, debu, yang menjadi salah satu sumber alergi bagi tubuh. 

Oleh sebab itu, jangan malas untuk selalu membersihkan permukaan buku dari debu dan kotoran yang menghinggapinya. Simpanlah buku-buku tersebut di tempat tertutup seusai dibaca.

8. Kamar Tidur
Terutama di Seprai, sangat mungkin untuk dihinggapi tungau dan debu penyebab alergi. Selain itu, lamanya kita beristirahat  bisa memungkinkan sel-sel kulit mati tertinggal di tempat tidur. Yang mana semuanya itu menjadi penyebab timbulnya alergi.

Nah, setidaknya serutin mungkin mencuci kembali Seprei, sarung bantal, dan selimut yang ada di kamar tidur anda. Bersihkan juga semua pernak-pernik barang pelengkap lainnya secara berkala.

Tambahan : Meski alergi disebabkan oleh respon daya imunitas tubuh terhadap zat alergen (pemicu alergi) yang biasanya tak membahayakan, Namun keadaan alergi bisa jadi bertambah parah jika dibiarkan begitu saja. Seperti timbulnya reaksi Anafilaksi ( sebuah penyakit alergi serius ) yang tak boleh diremehkan.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar