Ciri-ciri Gangguan Tidur Narkolepsi yang Tak Terduga

image: cheatsheet.com
Narkolepsi, terdengar asing namanya bukan..?, Namun secara tak disangka jenis gangguan tidur ini bisa menimpa bagi siapa saja. Meski terbilang minim bagi pasien yang mengalaminya, tetapi Seorang profesor Neurologi di Johns Hopkins Medicine, Rachel Salas, MD, menunjukkan bahwa Narkolepsi merupakan bentuk dari Hipersomnia pusat, sebuah gangguan tidur yang berasal dari otak. Sehingga kerap kali membuat penderitanya mengantuk berat, terlebih pada siang hari. 

Bagi pasien yang terkena gangguan tidur Narkolepsi, diketahui memiliki kekurangan hormon penting dalam otak mereka yakni Hipokretin dan Oreksin. Keduanya memang menjadi Neurotransmitter pada otak yang berguna untuk mengatur pola tidur agar tetap berjalan normal dan sehat.

Sebab-sebab jumlah  hormon penting ini berkurang, bisa saja dikarenakan oleh beberapa faktor yang perlu diketahui. Profesor Salas juga mengulas kembali dalam penelitian terbarunya, bahwa Narkolepsi terjadi karena adanya gangguan Autoimun yang terlibat. Ini berarti adanya sistem imun tubuh yang salah, yakni menganggap bahwa kedua hormon tersebut berbahaya sehingga harus dihancurkan.

Selain itu, Narkolepsi juga dapat disebabkan oleh penyakit tertentu, kemudian timbulnya cidera di kepala dapat pula menjadi sebab Narkolepsi muncul. Untuk jenis obat Narkolepsi itu sendiri memang belum ditemukan. Tetapi para ahli menganjurkan bahwa melalui tanda-tanda atau gejala yang ditimbulkan, anda bisa mencegah kemunculan penyakit yang tergolong gangguan otak jangka panjang ini.

Lantas, Apa sajakah ciri-ciri yang dapat mengindikasikan bahwa tubuh sedang menderita Narkolepsi….? 

1. Mengantuk Sepanjang Hari
Gangguan ini ketika tubuh sudah memiliki waktu tidur cukup, namun masih sering merasakan kantuk di siang harinya. Hal demikian tidak terjadi sekali atau dua kali, bahkan berulang kali rasa ingin tidur kerap dialami. Ini bisa menjadi indikasi bahwa tubuh sedang dihadapi oleh permasalahan gangguan tidur Narkolepsi. Tubuh yang mengalami rasa kantuk berlebih semacam ini bisa dikatakan sebagai Hipersomnia, yang menjadi salah satu gejala Narkolepsi itu sendiri.

Namun Hipersomnia juga tidak serta-merta menjadi gejala Narkolepsi secara menyeluruh. Ada pula gangguan tidur lain yang bisa saja dipicu oleh rasa kantuk berlebih ini, semisal : Sleep Apnea, Periodic Limb Movements in Sleep dan sebagainya. Karena Sebelum Narkolepsi dipilah secara lebih spesifik, dahulu orang yang gampang sekali mengantuk kerap kali dikaitkan dengan Narkolepsi. Namun berkat adanya perkembangan dunia medis, maka muncullah istilah Hipersomnia, yang berguna untuk membedakan Narkolepsi dengan penyakit tidur lainnya.

2. Tubuh Sering Mengalami Halusinasi
Mengalami halusinasi bisa menjadi salah satu pertanda timbulnya gejala Narkolepsi. Mengapa demikian….?, Ketika ‘’ Gelombang Otak Mimpi ’’ dipadukan dengan kondisi tubuh dalam keadaan setengah terjaga, baik menjelang atau saat akan tidur, maka muncullah halusinasi berada di sekitar. Entah berupa sesuatu apapun seperti : Sosok menakutkan yang dibarengi alur cerita, arwah dan sebagainya. Yang semua itu disesuaikan dengan latar belakang seseorang tersebut.

Maka bisa dikatakan halusinasi ini terjadi dalam kondisi setengah sadar, dan jika hal demikian terjadi secara berulang kali, maka bisa memicu seseorang untuk mengalami Narkolepsi. Perlu anda tahu, bahwa halusinasi kerap kali dialami seseorang pada saat tertidur yang disebut Halusinasi Hypnagogic. Sementara halusinasi saat menjelang bangun tidur dalam kondisi setengah sadar disebut Halusinasi hypnopompic. Keduanya bisa menjadi gejala Narkolepsi, meski timbulnya Halusinasi Hypnagogic adalah ciri khas Narkolepsi pada umumnya. 
image: healthandresearch.com
3. Mengalami Lumpuh Tidur
Lumpuh tidur memang ada kaitan erat dengan halusinasi. Demikian pula tahapan tidur yang diselimuti oleh berbagai mimpi juga tidak lepas dari ciri khas lumpuh tidur. Lantas apa maksud dari lumpuh tidur ini…?, Tujuannya ketika seseorang yang berhalusinasi dan mengalami lumpuh tidur, hal itu sebagai pengaman agar badan atau organ tubuh tidak sampai bergerak-gerak mengikuti isi mimpi atau halusinasinya.

Dengan adanya itulah otot-otot tubuh terasa seperti dilumpuhkan demi menjaga tubuh agar tidak mudah melakukan gerakan. Jadi setiap orang yang berhalusinasi saat tidur dibarengi lumpuh tidur secara tidak wajar, maka bisa saja hal itu merupakan satu gejala Narkolepsi yang perlu diperhatikan.  Lumpuh tidur semacam ini di Nusantara kerap disebut Tindihan ( Sleep Paralysis ).

4. Otot Tubuh Melemah Secara Tiba-tiba
Hal itu juga disebut Katapleksi , di mana otot-otot tubuh melemah secara mendadak yang biasanya dipengaruhi oleh tingkat emosi kuat, entah itu perasaan sedih, gembira, terkejut, maupun marah. Sehingga semua itu menimbulkan kepala terasa lunglai, kaki lemas, penglihatan menjadi kurang fokus, bicara cadel, rahang turun dan sebagainya. 

Katapleksi bisa terjadi secara bervarian terhadap penderita gangguan tidur Narkolepsi. Ada yang mengalami kelemahan otot-otot selama beberapa kali dalam sehari, atau hanya dua sampai tiga kali dalam sebulan dengan durasi waktu yang bervarian pula. Namun perkara ini tetaplah menjadi gejala Narkolepsi yang perlu dicermati.

Itulah beberapa ciri yang sering menyertai  gangguan tidur Narkolepsi  dan secara tak terduga mengganggu kesehatan organ tubuh. Namun terlepas dari situ semua, Ada beberapa perkara lain yang menjadi gejala Narkolepsi secara  tidak langsung, di antaranya Sakit kepala, Gangguan ingatan dan Depresi.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar