Manfaat Dan Khasiat Menakjubkan Cabai Rawit Untuk Kesehatan

image: bustle.com
Cabai rawit atau biasa disebut dengan Lombok Impling (Bahasa Jawa), merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan sebagai bahan dapur, Dan tanaman cabai rawit ini termasuk ke dalam golongan Genus Capsicum. Tanaman ini banyak dijumpai di beberapa negara yang memiliki iklim Tropis, seperti Indonesia, Thailand, Malaysia dan Singapura. Di Singapura dan Malaysia tanaman ini dinamakan Cili Padi, karena memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan dengan cabai yang lainnya. Meskipun cabai ini berukuran kecil, namun rasa pedas yang terdapat dalam cabai ini mencapai 100.000 pada Skala Scoville. Di negara Indonesia sendiri tanaman cabai rawit telah banyak dibudidayakan oleh petani desa, terutama di kawasan pemukiman Kepulauan Jawa. 

Tanaman cabai rawit termasuk salah satu jenis cabai yang sangat banyak digemari oleh masyarakat yang menyukai cita rasa masakan super pedas. Selain itu jenis cabai yang lainnya sebenarnya juga memiliki rasa sama, namun di sisi lain cabai rawit ini adalah tanaman yang banyak diburu oleh masyarakat, bahkan hingga ke dapur restoran. 

Cara membudidayakan cabai rawit juga tidak perlu banyak tenaga, namun lahan yang kita butuhkan adalah lahan memiliki aliran air tercukupi. Pada umumnya hasil pencapaian panen dari tanaman cabai rawit memiliki jangka waktu tergolong sangat lama, yaitu dua bulan sampai tiga bulan. Di beberapa wilayah Indonesia cabai sudah banyak ditemukan di pasaran, seperti pasar tradisional, pasar sayuran, dan juga supermarket. Sehingga kita tidak perlu susah payah untuk mendapatkan cabai rawit ini.

Pada umumnya cabai rawit sering kali kita temui di wewarungan dan juga di dapur rumah kita. Cabai rawit biasanya dikonsumsi dengan cara dimakan bersama jajanan sejenis gorengan. Bagi anda yang sering mampir ke warung yang ada di pinggir jalan, pasti akan menemui cabai rawit yang dihidangkan dengan jajanan gorengan tersebut. Cabe tersebut memiliki bentuk sangat kecil dan memiliki cita rasa yang pedas, menjadikan cabai ini sebagai salah satu selingan untuk lalapan. Selain itu banyak juga seseorang yang mengonsumsi cabai rawit dengan dibikin sambal, baik itu sambal terasi, tomat, atau sambal lainnya. 

Di setiap negara dan di daerah manapun, cabai rawit pasti tidak akan ditinggalkan jika seseorang akan membikin sambal. Selain untuk penambah cita rasa, ternyata cabai rawit ini memiliki jutaan manfaat sangat baik untuk kesehatan tubuh kita. Meskipun banyak orang mengatakan bahwa cabai rawit dapat mengganggu kesehatan sistem pencernaan, itu dikarenakan bahwa seseorang tersebut mengonsumsi cabai rawit dengan jumlah cukup tinggi. 

Sebelum kita membahas tentang manfaat yang ada di dalam cabai rawit, alangkah lebih baiknya mengetahui dulu isi kandungan senyawa pada cabai rawit tersebut. Para pakar tanaman kesehatan herbal telah melakukan banyak penelitian tentang kandungan yang ada di dalam cabai tersebut. Yakni memiliki banyak senyawa alami yang sangat bermanfaat untuk tubuh kita, seperti kalori 103,0 Kkal, protein 4,7 g, karbohidrat 19,9 g, kalsium 45 g, fosfor 85 mg, zat besi 2,5 mg, Vitamin A 11.050 IU, Vitamin B1 0,2 mg, Vitamin C  70 mg, serta mineral 71,2 g. 

Berikut Manfaat dan Khasiat Cabai Rawit Untuk Kesehatan Tubuh Kita :

1. Melancarkan Pernafasan
Setiap orang pasti mempunyai keinginan untuk hidup lebih sehat dari yang sebelumnya. Salah satu gangguan yang membuat diri kita menjadi tidak nyaman adalah gangguan pernafasan. Karena jika kita mengalami gangguan seperti ini, alhasil kita akan merasakan badan tidak nyaman, nafas pendek, dan mudah lelah.

Nah, upaya yang bagus untuk mengatasi masalah seperti itu adalah dengan mengonsumsi cabe rawit. Di dalam kandungan cabe rawit terdapat senyawa alami yang namanya Capsaicin, tak lain fungsinya untuk memerangi rasa sakit. Selain itu efek dari senyawa ini adalah pedas dan panas, sehingga dengan efek tersebut akan menimbulkan rangsangan untuk membersihkan lendir dan mengatasi gangguan saluran pernafasan dari paru-paru.

2. Menurunkan berat badan
Para pakar kesehatan telah melakukan penelitian terhadap salah satu senyawa dalam cabai rawit. Yaitu senyawa Dihydrocapsiate, Manfaat dari senyawa tersebut adalah untuk membantu mengeluarkan stamina atau energi yang ada di dalam tubuh kita. Setelah kita memakan cabai ini, bukti bahwa kandungan ini sangat memiliki efek menonjol adalah setelah kita memakannya, tubuh akan memproduksi keringat dengan lebih banyak, maka tubuh akan menjadi sehat dan juga asupan gizi tetap terjaga.

3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Kandungan vitamin C yang terdapat di dalam cabai rawit mencapai 70 mg, yang merupakan sumber Antioksidan. Selain itu Betakaroten dan Vitamin A yang terdapat di dalam cabai rawit juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan begitu, jika kita suka mengonsumsi cabai rawit yang masih segar, maka kebutuhan Antioksidan untuk tubuh akan terpenuhi hingga 6 % setiap harinya.

4. Mengatasi Diabetes
Jika di dalam tubuh kita memiliki kadar Insulin sangat tinggi, itu merupakan salah satu hal yang dapat menimbulkan diabetes tipe dua. Jika kita teledor akan menjaga kesehatan tubuh dengan keadaan kadar insulin sangat tinggi, tentunya gejala diabetes akan ada di depan mata kita. Untuk mengatasi masalah seperti itu, sebenarnya kita juga dapat menggunakan cabai rawit untuk mengatasinya. Mengonsumsi cabai rawit hingga 25% dari satu biji setiap harinya secara rutin, maka akan membantu untuk mengatasi masalah tersebut. 
image: oftheharvest.wordpress.com
5. Menyehatkan pencernaan
Ternyata cabai rawit ini juga bisa membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan dengan baik. Meskipun banyak orang yang mengatakan bahwa cabai rawit sangat tidak baik karena bisa menyebabkan diare, itu karena cara pengonsumsiannya yang terlalu banyak. Sehingga perut akan terasa panas dan juga sistem pencernaan akan terganggu. Mengonsumsi cabai rawit setiap hari dalam jumlah cukup, ternyata juga sangat baik untuk menyehatkan sistem pencernaan. Sehingga penguraian makanan yang ada di dalam tubuh kita akan cepat terbantu oleh senyawa pada cabai.

6. Mencegah kanker Prostat
Kanker prostat adalah salah satu kanker sangat berbahaya, kanker ini dapat menyerang setiap manusia terutama pada laki-laki. Kanker yang ada di sekitar organ vital ini merupakan penyakit yang dapat merenggut nyawa setiap saat. Nah, bagi anda yang tentunya takut akan masalah tersebut bisa mencegahnya mulai dari sekarang. Dengan cara mengonsumsi cabai rawit setiap hari dengan batas tertentu, maka secara tidak langsung kandungan senyawa alaminya akan membantu mengurangi risiko terjadinya penyakit kanker prostat.

7. Meredakan rasa sakit
Kandungan alami Capsaicin yang terdapat di dalam cabai rawit ini ternyata juga memiliki banyak manfaat selain untuk mencegah gangguan saluran pernafasan. Manfaat dari senyawa tersebut juga dapat membantu meredakan rasa sakit seperti nyeri. Hanya saja jika kita mengonsumsi cabai rawit ini tidak boleh berlebihan, maka khasiat dari senyawa tersebut akan kita rasakan.

8. Mencegah penyakit Jantung
Beberapa pakar kesehatan menyatakan bahwa manfaat dari cabai rawit yang sangat baik adalah untuk menjaga kesehatan jantung manusia. Sehingga jika kita mengonsumsi cabai rawit maka kesehatan jantung akan selalu terjaga. Hal ini dikarenakan bahwa di dalam cabai rawit terdapat beberapa senyawa alami yang baik untuk kesehatan tubuh kita. Selain itu manfaat dalam cabai rawit juga sangat berperan untuk membantu menjaga saluran pembuluh darah arteri. Oleh sebab itu risiko serangan penyakit jantung di dalam  tubuh akan teratasi. 

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat mengonsumsi cabai rawit secara langsung. Karena nantinya jika kita tidak memperhatikan saat mengonsumsi cabai rawit, maka akan timbul beberapa efek yang justru mengganggu kesehatan tubuh kita.

• Hindari mengonsumsi cabai rawit secara berlebihan

• Jangan menyentuh mata langsung jika tangan kita masih terkontaminasi dengan cabai rawit 

• Senyawa Aflatoksin yang terdapat di dalam cabai rawit sangatlah tinggi. Dengan begitu jika mengonsumsi cabai rawit pagi hari sebelum beraktivitas, maka akan menyebabkan gangguan kesehatan pada perut, hati, dan juga risiko gangguan usus besar.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar