Inilah Steve, Jenis Aurora yang Baru Ditemukan

(Gambar: ibtimes)
Mungkin dari kita kurang banyak mengetahui apa itu Aurora. Aurora merupakan kilatan cahaya yang biasanya tampak di daerah kutub, sebagai dampak dari partikel energi bergerak cepat sepanjang medan magnet menuju atmosfer. Yang mana bertabrakan dengan gas atom sehingga mengeluarkan cahaya. Kebanyakan hampir semua Aurora akan membentuk kilatan cahaya berwarna-warni, indah dan menari-nari di langit. Fenomena Aurora menjadi satu dari jutaan fenomena alam, hingga keindahannya akan membuat siapa pun terpukau.

Dari sekian Aurora yang pernah ada, secara umum mereka bisa digolongkan ke dalam lima jenis. Penggolongan jenis Aurora tersebut dilihat dari bentuk pencahayaan yang tampak. Dilansir dari Dailymail, ternyata baru – baru ini telah ditemukan jenis Aurora baru yang tak kalah menarik dengan jenis sebelumnya, yaitu Aurora Steve namanya. Tapi sebelum menyimak bagaimana indahnya Aurora STEVE, mungkin kita juga perlu menilik kembali bentuk dari Aurora yang sudah diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Active Aurora
Gambar: canadiannaturephotographer
Jenis Aurora ini  tampak seperti lipatan di angkasa yang meliuk-liuk,  bahkan pembentangannya bisa mencapai kisaran 10 sampai 100 mil ( 16-160 Km). Pancaran cahaya yang ditampilkan biasanya berwarna hijau, ungu, dan merah bercampur menjadi satu, kemudian membentuk degradasi warna  indah.

2. Corona Aurora
Gambar: photoextract
Jenis Aurora Corona mampu menampilkan seperti lampu pijar. Di mana cahayanya menyebar di segala penjuru ( intinya berpusat di tengah ). Corona berbeda dengan Active Aurora, karena mereka mampu menampakkan sebuah lapisan cahaya berada di bawah langit. Sehingga menutupi permukaan langit itu sendiri. 

3. Homogenoues Arc
Gambar: spaceweather
Aurora semacam ini dalam bahasa Indonesia berarti Busur Homogen, merupakan bentuk Aurora paling aktif dan cenderung terlihat seperti bercak cahaya langit. Bentuknya pun agak sedikit mirip dengan bentuk Active Aurora. Hanya saja perbedaannya terletak pada bentuknya yang tidak seperti lipatan.

4. Rising Vapor Column
Gambar: borealis2000
Kilatan cahaya berjenis satu ini akan tampak seperti ilusi menyentuh tengara, yang jauh dan naik seperti asap. Cahayanya nampak seperti berada pada permukaan sesuatu, lalu sisanya memancarkan ke atas, kemudian diakhiri cahaya yang semakin memudar dan hilang. 

5. Rayed Arc
Gambar: alaska.edu
Berikutnya adalah gambaran kilatan garis vertikal (atas ke bawah) berbaris layaknya sebuah tirai. Berbeda halnya dengan jenis Aurora lain, cahaya ini tidak bergelombang tapi hanya membentuk garis lurus dari atas ke bawah, kemudian semakin memudar pada ujungnya.

Lantas, seperti apakah kilatan cahaya “ STEVE “ yang baru saja ditemukan. Dinamakan STEVE, karena  kilatannya berbentuk garis tebal, kuat dan sangat berbeda. Eric Donovan dari University of Calgary, Kanada, telah melihat gambar ini pertama kali dari foto yang dibagikan dalam grup Facebook. Dia mengakui, dirinya tidak bisa menggolongkan jenis kilatan ini setelah melakukan pencocokan dari daftar fenomena Aurora selama ini.
Aurora STEVE ( image : ibtimes )
The European Space Agency (ESA) atau badan luar angkasa Eropa, telah menemukan bahwa kilatan yang memiliki bentang 25 Km itu, terdiri dari gas mengalir menggunakan kecepatan 6 Km per detik. Roger Haagmans berasal dari ESA sendiri mengungkapkan, bahwa itu merupakan fenomena alam yang luar biasa, sehingga bagaimana fenomena itu tertangkap oleh masyarakat, selanjutnya memicu rasa penasaran  bagi para peneliti dan ilmuwan.

Bagaimanapun bentuknya, munculnya jenis Aurora ini memang bukanlah menjadi hal biasa, karena mampu menggambarkan betapa indahnya dunia ciptaan Tuhan. 
Ditulis Oleh : Arbamedia.com  / Herry. W
Referensi : webecoist.momtastic.com, dailymail.co.uk

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel