Otak Mudah Kehilangan Konsentrasi, Santap Makanan Ini

(Gambar: placpigal)
Merasa kesulitan berpikir maupun konsentrasi bukan berarti kita memiliki gangguan yang tak mungkin ditanggulangi. Mungkin permasalahan itu bisa dikarenakan oleh Kabut Otak, di mana kondisi tersebut kerap kali menimpa semua kalangan yang memiliki masalah konsentrasi memburuk. Namun kabut otak sendiri juga memikul beberapa gejala yang harus diperhatikan. Menurut direktur medis berasal dari Kaplan Center for Integrative Medicine, Virginia, A.S bernama Dr. Gary Kaplan, DO menjelaskan, biasanya ketika kabut otak dialami seseorang, sering digambarkan dengan munculnya tingkat konsentrasi memburuk, sering kebingungan, sakit kepala, mata cepat lelah, gangguan tidur, kemudian berujung pada penurunan produktivitas intelektual. 

Senada dengan penuturan Dr. Axe, bahwa penyebab kabut otak Ini dapat didasarkan oleh persoalan gaya hidup dan makanan cepat saji ( fast food ). Bayangkan saja, selain otak butuh rileksasi maupun waktu cukup tidur, sebenarnya juga sangat bergantung pada aliran vitamin, asam amino, mineral, asam lemak esensial, dan glukosa berasal dari karbohidrat kompleks guna membentuk energi mumpuni bagi tubuh. Namun kalau semua itu tidak sampai terpenuhi, bukankah akan berdampak buruk terhadap kesehatan otak..?

Untungnya, terdapat aneka jenis makanan yang berguna menangkal gejala kabut otak, sehingga tingkat konsentrasi otak dapat dipulihkan kembali.  Lantas, apa saja makanan yang dibutuhkan untuk mengembalikan konsentrasi otak supaya bekerja lebih sehat dan maksimal..?

1. Cokelat Hitam
Cokelat hitam memberikan manfaat penting untuk kesehatan otak. Menurut hasil penelitian di Italia menunjukkan, ketika cokelat hitam dikonsumsi seseorang selama seminggu, terbukti mampu meningkatkan kekuatan pada memori otak. Disusul dengan hasil studi dalam jurnal American Heart Association, 2012 menjelaskan, kandungan flavonoid cokelat hitam dapat meningkatkan kemampuan berpikir pada orang tua, serta menanggulangi terhadap pasien yang menderita gangguan kognitif ringan. Kedua hasil uji coba itu juga mampu membuktikan terdapatnya penurunan tekanan darah dalam tubuh.

2. Makanan Diperkaya Quercetin
Terlalu tingginya pelepasan Histamin dalam tubuh menjadi pemicu utama terhadap kabut otak. Tapi dengan mengonsumsi makanan mengandung Quercetin seperti bawang merah, cran berry, apel, dan stroberi, semua itu mampu mengontrol pelepasan Histamin secara alami. Berdasarkan hasil studi dalam European Journal of Pharmacology, telah ditemukan kandungan Quercetin ini dapat memblokir pelepasan Histamin, yang merupakan gejala terjadinya kabut otak.

3. Probiotik
Dr. Gary Kaplan pun mengingatkan, bahwa sebenarnya ketika tubuh dipengaruhi oleh banyak makanan bergula / kelebihan gula, justru demikian itu malah membuat otak kekurangan nutrisi dan Neurotransmitter. Bisa jadi, itu semua akan mengarah pada persoalan kabut otak serta berpotensi mengalami gangguan tubuh lainnya.

Oleh karenanya, dokter Gary mengarahkan untuk banyak mengonsumsi makanan tinggi probiotik. Karena menambahkan makanan kaya dengan probiotik dalam diet seperti Kimchi, Kombucha, Kefir dan sejenisnya, tak hanya membuat organ usus lebih sehat. Namun juga menyingkirkan bakteri berbahaya, serta juga bagus untuk menjaga kesehatan otak.

4. Asam Lemak Omega 3
Mengapa kita harus gemar mengonsumsi makanan tinggi asam lemak omega 3.? Tentu mereka termasuk nutrisi yang disukai oleh otak dan sistem saraf.  Kalau otak memiliki cukup kandungan asam lemak Omega 3 dari ikan salmon, makarel, kerang, maupun udang, hal itu dapat melindungi membran sel dan mengatasi konsentrasi melemah. Yakni dengan cara meningkatkan sistem kognisi serta memori otak.

Untuk mengatasi otak yang mudah kehilangan konsentrasi, sebaiknya Anda juga tidak mengabaikan banyak mengonsumsi buah, sayuran, & memenuhi asupan air putih. Karena semua itu juga sangat membantu dalam mengatur kejernihan mental, konsentrasi, menghilangkan penumpukan limbah / racun dalam darah, bahkan sampai melindungi otak dari kerusakan memori jangka panjang.


Baca : 15 Kebiasaan yang Merusak Otak dan Menciutkannya

Ditulis Oleh : Arbamedia.com  /  Ar. M
Referensi : health.harvard.edu, draxe.com, mindbodygreen.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel