Awas! 9 Penyakit Berbahaya Ini Menyerangmu Jika Bermalas - malasan

image : clickpb
Tidak selamanya aktivitas yang kita anggap baik itu bagus untuk kesehatan. Melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan aktivis standar lingkungan dapat dikatakan aneh. Saat kita menjalani hari penuh dengan bermalas-malasan, ternyata dapat berpengaruh besar terhadap faktor kesehatan hormon emosional. Oleh karena itu studi kesehatan dalam negeri mengatakan, orang yang sehari harinya tidak memiliki gerak tubuh yang cukup, maka dapat berpengaruh buruk terhadap kejiwaan yang dimilikinya. 

Bukan hanya itu, malas melakukan aktivitas dengan waktu yang berangsur-angsur dapat membuat diri kita menjadi tidak nyaman, meski terlihat santai dan rileks. Di Indonesia sendiri orang yang mengalami gangguan kesehatan akibat bermalas-malasan, memiliki jumlah angka yang cukup besar. Untuk itu tidak ada salahnya jika kita mulai saat ini perlu waspada, supaya beberapa penyakit berbahaya yang disebabkan oleh faktor malas tidak semakin meningkat dalam negeri ini.

Nah, berikut adalah beberapa jenis penyakit berbahaya yang dapat menyerang jika gemar bermalas-malasan.

1. Obesitas
Saat berdiri, kita akan membutuhkan energi dari tubuh dimana sumber energi tersebut berasal dari pembakaran lemak. Pastinya sangat kebayang bukan jika kita tidak melakukan pergerakan sama sekali, maka lemak dalam tubuh akan menumpuk karena tidak adanya pembakaran, pada akhirnya akan menyebabkan obesitas.

2. Hilangnya Tenaga Otot
Akibat dari minimnya pergerakan fisik pada tubuh seorang pemalas, beberapa kandungan seperti zat besi, karbohidrat, maupun lemak dalam tubuh tidak bisa melalui proses pembakaran yang rata. Dari sinilah sumber energi yang seharusnya tumbuh bisa menjadi hilang sia-sia.

3. Naiknya Kolesterol
Berawal dari duduk yang berkepanjangan dan malas menjalankan aktivitas, maka kadar lemak jenuh pada tubuh tidak bisa diproses dengan sempurna. Selain itu perkembangan resistensi insulin dalam tubuh dapat memancing pertumbuhan kolesterol dan kadar gula darah.

4. Risiko Kanker Akan Meningkat
Duduk lebih dari 2 jam setiap hari ternyata dapat meningkatkan risiko kanker usus besar hingga lebih dari 5%. Sementara risiko kanker ini dapat meningkat tajam jika Anda terbiasa menjalani aktivitas, layaknya duduk dalam kondisi pikiran kosong sambil menonton TV.

5. Tulang Lemah
Saat seseorang berdiam diri dengan banyak membuang waktu saat duduk, otomatis tubuh akan merasakan kehilangan rasa dahaga dalam kurun waktu yang lama. Akibat dari konsumsi air mineral yang sangat minim, maka dapat mempengaruhi suplai mineral ke tulang berkurang. Sehingga, pada akhirnya kesehatan tulang akan menurun serta tulang menjadi lemas.
  
6. Gangguan Jantung
Serangan jantung dapat terjadi karena ulah dari Kolesterol yang terus meningkat setiap hari. Selain itu terlalu banyak duduk juga dapat menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan, yang biasanya disebut Komplikasi. Untuk itu jika Anda tidak ingin terserang gangguan kesehatan seperti serangan jantung, selalu usahakan untuk bergerak aktif dengan berolahraga secara rutin.

7. Daya Ingat Otak Semakin Turun
Salah satu masalah yang paling buruk saat kita terlalu banyak duduk adalah melemahnya kemampuan otak untuk bekerja. Seperti dijelaskan pada laman merdeka.com (retrieved 27/12/2017), bahwa orang yang terlalu banyak duduk di sepanjang hari, maka pikirannya cenderung bingung hingga dapat memicu gangguan stres.

8. Sistem Kekebalan Tubuh Menjadi Hilang
Selain memiliki ancaman berbagai macam penyakit, seseorang yang banyak berdiam diri tanpa menjalankan sedikit aktivitas, akan mengalami penurunan pada sistem kekebalan tubuh. Akibat dari penurunan sistem imun tersebut, tubuh menjadi rentan terhadap serangan bakteri maupun virus, hingga dapat membahayakan ekosistem / metabolisme tubuh.

9. Sirkulasi Darah Memburuk
Saat duduk dengan satu posisi yang berlangsung lama, maka peredaran darah di dalam pembuluh arteri akan terganggu. Sementara akibat dari gangguan pembuluh arteri ini seseorang akan mengalami kram maupun kesemutan. Tak hanya di situ, akibat dari sirkulasi darah yang terganggu juga dapat mengakibatkan gumpalan darah, bahkan nantinya akan terjadi penyumbatan pada pembuluh darah.
By : Adi. K  /  Arbamedia
Sumber : merdeka

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel