6 Dampak Buruk Jika Anda Kebanyakan Berolahraga

image : swingindenver
Dalam perkembangan zaman yang modern ini banyak orang mengalihkan waktu luangnya untuk melakukan olahraga. Selain baik untuk kesehatan jasmani, gerakan fisik yang dihasilkan dari olahraga juga mampu membantu proses pembakaran lemak dan energi di dalam tubuh. Sehingga dengan adanya hal seperti ini, kapasitas lemak di dalam tubuh kita akan selalu terjaga stabil. Olahraga merupakan salah satu obat mujarab yang setiap orang dapat dengan mudah merasakan manfaatnya. Namun tetap saja banyak orang yang menganggap olahraga adalah hal yang sepele, sehingga sebagian orang lalai untuk melakukannya. 

Banyak ahli mengatakan, berolahraga minimal sehari sepuluh menit saja akan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dari pada tidak melakukan sama sekali. Tapi meskipun olahraga terbilang baik untuk kesehatan,  pastinya juga ada batasan waktu tertentu untuk melakukannya. Tidak sedikit juga orang yang menggemari olahraga dengan melakukan gerakan di luar batas kemampuan mereka, yang dapat mengakibatkan terjadinya masalah kesehatan terutama tulang dan jantung.

Di bawah ini adalah beberapa gangguan kesehatan yang muncul saat kita melakukan olahraga dalam durasi waktu cukup lama:

1. Lemas dan Kelelahan
Sepertinya untuk masalah kesehatan seperti capek, lemas, dan lelah sudah menjadi sebuah kasus yang wajar jika banyak melakukan gerakan. Seperti terjadi pada kita yang banyak melakukan gerakan olahraga. Untuk menghindari masalah fisik seperti ini, ahli kesehatan dari salah satu Universitas Indonesia mengatakan, lebih baik kita melakukan olahraga dengan durasi yang lebih sedikit, hindari kelelahan saat melakukan aktivitas fisik. Sedangkan olahraga yang ideal setiap harinya membutuhkan waktu maksimal 30 menit. 

2. Kerja Jantung Menjadi Berlipat
Selain menjadi lelah dan lemas, terlalu banyak melakukan olahraga juga dapat membuat kinerja jantung menjadi dua kali lebih cepat. Hal ini terjadi karena saat otot kita berkontraksi dengan tenaga yang keluarkan, maka saat aktivitas membutuhkan suplai oksigen lebih banyak. Dengan begitu jantung akan berdetak lebih cepat dari semestinya. Namun ada hal lain yang perlu kita pertimbangkan dari proses ini, jika gerakan olahraga kita terlalu over dan jantung tidak bisa memenuhi suplai oksigen ke dalam otot, maka terjadilah kelelahan dan lemas di sekujur tubuh.

3. Susah Tidur (insomnia)
Banyak orang yang tidak menyadari saat mereka mengalami insomnia. Insomnia adalah gangguan dimana ada hormon tertentu di dalam tubuh kita yang meningkat ke ambang batas lebih tinggi. Sehingga rasa tidak nyaman dalam tubuh akan terasa saat kita mau tidur. Meskipun mata sudah terasa sangat mengantuk, saat melakukan gerakan olahraga yang over maka peningkatan hormon stres akan meningkat. Itu juga termasuk salah satu masalah yang dapat membuat diri kita menjadi susah tidur.

4. Nyeri Otot
Sudah sering terjadi pada orang-orang sekitar atau bahkan mungkin kita sendiri yang mengalaminya. Nyeri otot yang diakibatkan oleh kelelahan saat kita olahraga, merupakan hal biasa yang dapat berdampak bahaya bagi tulang dan otot persendian.

Nyeri otot terjadi karena saat melakukan gerakan khusus dengan daya konsentrasi yang minim, hingga sampai mengakibatkan terkilir. Untuk menghindari hal seperti itu, usahakan sudahi olahraga sebelum anda merasa capek dan lelah, yang bisa mempengaruhi kondisi konsentrasi otak.

5. Emosional
Seperti yang tertulis pada pemaparan di atas, Selain meningkatkan kualitas kesehatan tubuh, olahraga dengan durasi waktu yang lebih lama dapat memicu peranakan hormon stres yang alami.

Biasanya orang yang terlalu banyak melakukan olahraga akan sering terlihat stres, kesal, malas-malasan. Meskipun olahraga itu terbilang baik untuk kesehatan, namun jika kita melakukan gerakan dengan berlebihan justru akan datang efek sebaliknya.

6. Osteoarthritis
Osteoarthritis merupakan salah satu penyakit yang disebabkan karena terlalu banyak melakukan aktivitas olahraga fisik di luar ruangan. Penyakit degenerasi ini memiliki serangan khusus yang terjadi pada otot sendi dengan kondisi kesehatan tertentu, biasanya penyakit ini akan terasa saat kita berusia lanjut.
By : Adi. K  /  Arbamedia
Sumber : liputan6

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel