7 Tanda Kerusakan Otak yang Kerap Dianggap Remeh

image : brainsciences
Memiliki pola pikir yang cerdas adalah sebuah kelebihan seseorang yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dijalaninya. Dalam kehidupan sehari - hari manusia disibukkan dengan berbagai macam pekerjaan yang sulit maupun mudah. Namun dengan kemampuan berpikir berbeda - beda, seseorang akan menganggap pekerjaan yang mudah bisa menjadi sulit, begitu juga sebaliknya. Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya umur, daya ingat yang dimiliki oleh otak kita juga akan mengalami perubahan. Hal ini bisa terjadi karena disebabkan kebiasaan hidup sebelumnya kurang sehat.  

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kemampuan otak semakin melemah antara lain, yaitu pola tidur tidak teratur, makanan kurang bergizi, kurang mengonsumsi air putih, terlalu banyak merokok dan masih banyak lagi. Melemahnya daya ingat otak juga dapat disebabkan karena benturan ringan. Semua orang pasti pernah mengalami benturan ringan, baik itu di kepala ataupun punggung. Secara langsung benturan ringan memang tidak terasa berdampak buruk pada otak, beda halnya dengan benturan keras. Namun demikian merupakan salah satu faktor yang perlu kita hindari, agar tidak menjadi penyebab kerusakan pada otak.

Untuk mewaspadai akan kondisi kesehatan organ otak, simaklah tanda - tanda kerusakan otak di bawah ini : 

1. Sulit Konsentrasi
Sebagian besar tanda dari kerusakan otak yang jarang orang sadari adalah melemahnya daya konsentrasi. Semua orang pasti pernah mengalami situasi seperti ini. Banyak alasan yang membuat diri kita kehilangan konsentrasi, antara lain kadar hormon rendah atau rusak, pengaruh obat - obatan tertentu, rokok dan makanan kurang sehat. Jika hal ini terus menurus terjadi pada tubuh, maka tidak menutup kemungkinan beberapa anggota sel saraf pada organ otak akan mengalami kerusakan.

2. Sering Stres
Selain merasa sulit untuk berkonsentrasi, kerusakan otak juga dapat melibatkan seseorang menjadi stres. Stres merupakan hal yang wajar terjadi saat seseorang mengalami tekanan pikiran berlebih / tinggi. Bahkan jika perasaan stres ini terjadi pada seseorang dengan kurun waktu yang lama, maka akan berpengaruh besar terhadap kinerja otak.

3. Pola Pikir Tidak Wajar
Mungkin ada sebagian orang yang gemar menyampaikan pendapat. Namun dengan keterbatasan pemikirannya, pendapat tersebut tidak termasuk ke dalam topik pembahasan. Biasanya demikian disebut dengan pemikiran yang tidak nyambung dalam penyampaian pendapat. Jika mungkin seseorang pernah mengalami hal seperti ini, maka ada kemungkinan daya pikirnya terganggu.

4. Melemahnya Daya Ingat
Perasaan stres yang berkepanjangan akan memicu kenaikan hormon Glukokortikoid, bahkan dapat melemahkan daya ingat otak. Masalah ini dapat terjadi karena ujung saraf yang tua tidak bisa berkomunikasi dengan sel otak yang masih baru. Jika seseorang mengalami masalah tersebut dengan durasi waktu cukup lama, maka dampak lain yang dapat berpengaruh buruk ialah hilang ingatan atau Amnesia.

5. Melakukan Sesuatu Tidak Sesuai Perintah
Menjalankan sesuatu tidak sesuai perintah merupakan gejala paling berbahaya, terjadi pada seseorang yang memiliki gangguan otak. Salah satu penyebab orang mengalami masalah seperti ini adalah mengonsumsi obat - obatan terlarang dan pecandu narkoba. Akibat dari efek yang dialaminya, penderita akan lebih suka melakukan tindak perilaku di luar akal sehat manusia.

6. Sulit Untuk Menyimpulkan Sesuatu
Penyebab orang mengalami gangguan pada saat berpikir bisa dipengaruhi Gen, Keturunan, maupun kebiasaan hidup tidak sehat. Dari sekian banyak manusia, tidak semuanya memiliki otak yang cerdas. Selain itu dengan pola pikir yang terbatas menyebabkan manusia itu sendiri akan mengalami kesulitan dalam menyimpulkan sesuatu masalah / pendapat. Gangguan ini terjadi karena produksi hormon Kortisol sudah mulai berkurang.

7. Sering Gagal Fokus
Mungkin tak banyak di antara kita yang sering mengalami kegagalan saat fokus pada sebuah objek. Dalam istilah medis gagal fokus atau “ Brain Fog ” merupakan situasi yang tiba - tiba membuat diri kita merasa bingung, atau tiba - tiba lupa terhadap hal yang dikerjakan. Brain Fog bukan merupakan gejala penyakit berbahaya, namun jika hal ini terjadi terus terusan bisa jadi penyebabnya adalah kerusakan pada otak.
By : Adi K  /  Arbamedia
Sumber : detik, kompas, nova

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel