6 Tanda Kerusakan Otak yang Sering Dianggap Sepele

martinovejero
Sebagai salah satu komponen tubuh paling penting, otak juga memerlukan perawatan khusus agar terhindar dari kerusakan. Banyak hal yang bisa menyebabkan otak kita rusak, seperti benturan atau kecelakaan, serta kebiasaan buruk yang berkaitan dengan penyerapan gizi yang tidak lazim.

Otak rusak bisa terjadi secara langsung / mendadak, dan bisa juga secara perlahan dengan diikuti oleh gejala-gejala tertentu. Berikut adalah tanda-tanda gejala otak yang bermasalah atau mengalami kerusakan.


1. Sulit konsentrasi
Salah satu kendala yang harus kamu alami jika otakmu mengalami kerusakan, yaitu melemahnya daya konsentrasi. Akibat dari kondisi ini, biasanya penderita kerusakan otak akan sulit untuk berpikir dan berkonsentrasi terhadap hal yang ia lakukan.

2. Merasa stres
Pikiran merasa stres tidak tenang terhadap segala sesuatu yang dialami, merupakan juga salah satu tanda kerusakan pada otak. Perasaan stres memang biasa kita alami sehari-hari ketika ada tekanan pikiran. Namun jika masalah ini terjadi berlebihan pada tubuh, maka sangat berkemungkinan bahwa otak anda mengalami masalah.

3. Pola pikir tidak wajar
Umumnya manusia bisa berpikir dan menyimpulkan suatu pendapat dengan baik. Namun jika suatu saat mereka memiliki pendapat atau pemikiran strategi yang tidak masuk akal / bisa disebut dengan pemikiran tidak wajar, bisa menjadi patokan bahwa orang tersebut sedang mengalami masalah gangguan pada kinerja otak.

4. Kehilangan keseimbangan
Mungkin dari kalian ada yang pernah mengalami hal seperti ini. Kehilangan keseimbangan atau dalam istilah lain biasa disebut dengan Blank, termasuk juga salah satu masalah otak yang memungkinkan otak tersebut mengalami kerusakan. Biasanya hal seperti ini ditandai dengan perilaku yang aneh serta tidak sadarkan diri.

5. Sering sakit kepala
Sakit kepala merupakan salah satu tanda yang bisa dirasakan oleh seseorang yang mengalami masalah pada otak. Biasanya sakit kepala akibat kerusakan pada otak ini, akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama dengan gejala nyeri berturut - turut.

6. Respon kinerja otak melambat
Tidak bisa merespon sebuah perintah dengan normal / dalam istilah medis disebut slow respon, juga merupakan salah satu dari gejala kerusakan otak. Namun jika gejala yang satu ini masih tergolong ringan, maka bisa melakukan senam otak untuk melatih otak agar berkembang baik, serta memiliki respon yang cepat tanggap.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel